Dana PUAP Sudah di Cairkan, Gapoktan Diharapkan membentuk Asosiasi dan LKMA

Software Pembiayaan Sistem Syariah LKMA Free Download…!

SITUBONDO, JTC –  Dana Pembinaan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) sudah mulai dicaikan oleh Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Situbondo mulai bulan Desember ini. Sebanyak 26 desa yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Situbondo yang besar dananya sekitar 100 juta rupiah.

Salah satu nara sumber dalam Rapat Koordinasi (Rakor) PUAP, Syaiful menyampaikan, pihaknya mengharapkan pelaksanaan proyek PUAP ini sesuai dengan aturan yang telah di tetapkan oleh kementrian terkait. “Dalam pelaksanaan Program dana PUAP diharapkan tidak ada campur tangan kepala desa setempat, baik kebijakan ataupun pelaksanaannya,” harap Syaiful.

Acara yang bertempat di Aula UPT PK (Unit Pelaksana  Tekkhnis Pelatihan Kerja) Kabupaten Situbondo di jalan Basuki Rahmat ini, Syaiful juga mengharapkan kepada para Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) yang ada di kota santri untuk membentuk paguyuban demi terciptanya koordinasi sesama Gapoktan. “Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengharapkan agar Gapoktan-Gapoktan untuk membentuk asosiasi agar lebih menjalin kekompakan dan koordinasi para Gapoktan yang tersebar di seluruh kabupaten Situbondo,” jelasnya.

Tidak hanya itu,  lebih lanjut paparnya, Gapoktan diharuskan membentuk Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) yang bertujuan demi kesejahteraan anggota. “Kementrian mengahruskan bahkan setengah wajib agar Gapoktan membentuk LKMA. Untuk  badan hukum LKMA tersebut  kami siap untuk memfasilitasinya,” ungkap Syaiful.***

http://www.jurnaltimur.com/rakor-puap.html

Software Pembiayaan Sistem Syariah LKMA Free Download…!

KELOMPOK TANI KELOLA RP300 JUTA Petani Pasanehan Maju Selangkah

Software Pembiayaan Sistem Syariah LKMA Free Download…!

Trisno Edward

AGAM — Kini, petani di Pasanehan, Lasi, Kecamatan Canduang, Agam, mulai nyaman. Mereka punya simpanan Rp350 juta. Jika ada keperluan mendadak bisa dipinjam. Bahkan, mereka mulai memikirkan ‘hidup nyaman di hari tua’
Di mata mereka, petani tidak akan dapat berkembang tanpa membangun kemandirian dengan kebersamaan. Untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran, petani harus mandiri dan tidak selalu tergantung kepada pihak lain terutama dalam akses modal.
Prinsip atau motto tersebut menjadi pegangan dan landasan bagi Gabungan Kelompok Tani/ Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis “Nan Dihati” di Jorong Pasanehan.
Gapoktan/LKMA didirikan 1 April 2008 ini diprakarsai tokoh-tokoh pemuka masyarakat serta penyuluh pertanian yang bertugas di luar Kecamatan Canduang dan merupakan putra asli Pasanehan.
Pada awal terbentuknya Gapoktan/LKMA Nan Dihati ini, tidak terlepas dari jasa atau peranan besar dari Masril Koto, pendiri LKMA Prima Tani Baso dan konsultan perusahaan Belanda serta nominasi peraih Danamon Award.
Bersama rekan-rekannya di LKMA Prima Tani, Masril langsung turun ke lapangan dan memberikan motivasi kepada para petani di Jorong Pasanehan tentang akses modal. Ia berpendapat, petani tidak bisa mengakses modal langsung ke bank, karena itu harus ada lembaga lain.
Ketua Gapoktan/LKMA Nan Dihati Elfida menjelaskan pendirian Gapoktan/LKMA ini berdasarkan SK Menteri Pertanian RI 261/ TU.2010/M. Jorong Pasanehan termasuk kepada calon penerima dana Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan ( PUAP) 2008 dan realisasinya pada November 2008.
“Kita berusaha melatih kemandirian petani melalui pengurus Gapoktan. Tujuan bergabung di Gapoktan/LKMA ini bukan semata-mata karena ada dana Rp100 juta saja. Pengurus Gapoktan ini pernah belajar 2 kali ke LKMA Prima Tani dan materinya adalah bagaimana menggarap dana ke masyarakat dan masalah pembukuan. Masril Koto adalah seorang motivator yang mendorong adanya Gapoktan/LKMA Nan Dihati ini, dan peran beliau sangat terasa setelah Gapoktan ini berdiri,” ujar Elfida kepada Singgalang, Selasa (12/10).
Menurut Elfida yang didampingi Fauzi Rizal dari bagian pembiayaan dan Elfiza dari bagian pembukuan, produk yang diedarkan oleh Gapoktan/LKMA Tabungan Bahagia untuk keluarga dan tabungan pendidikan.
“Kita menjalankan Gapoktan/LKMA ini memang dimulai dari bawah dan berusaha melatih pola pikir masyarakat. Kita juga mengumpulkan pengurus kelompok tani sekali seminggu mulai dari April 2008 sampai Juli 2008. Kegiatan ini disertai dengan pengumpulan simpanan wajib Rp1.000/minggu dan simpanan pokok Rp50 ribu dari 1 April 2008 sampai Desember 2008. Pengurus Gapoktan bersama penyuluh pendamping turun ke kelompok tani dan melatih anggota untuk pemanfaatan dana PUAP ini. Dana yang didapatkan adalah sebanyak Rp100 juta yang diarahkan ke agribisnis,” terang Elfida.
Pengurus Gapoktan juga ingin mengetahui perkembangan dan persoalan yang ada di kelompok tani dan berusaha membina petani untuk kedepan. Gapoktan ini dimulai dari ketulusan hati, dan sampai sekarang sudah memiliki anggota sebanyak 224 orang serta terdiri dari 19 kelompok tani.
“Kita menerapkan konsep memanusiakan manusia dan pendekatan secara kekeluargaan dalam Gapoktan/LKMA Nan Dihati ini. Kita tidak menekan masyarakat dan malah mendorong masyarakat agar mampu berusaha. Saat ini, dana Gapoktan/ LKMA Nan Dihati telah berkembang lebih kurang Rp300 juta sampai Agustus 2010. Perkembangan dana itu berasal dari tabungan masyarakat, dana PUAP Rp100 juta, keuntungan 2009 Rp22 juta dan keuntungan sampai Agustus 2010 Rp17,5 juta. Dana LKMA ini ditargetkan untuk masyarakat petani. Gapoktan/LKMA ini dibina tim teknis kabupaten dan provinsi,” lanjut Elfida.
Saat ini, peminjaman ke petani bisa mencapai Rp7,5 juta untuk dua tahun dan pedagang saka tebu Rp15 juta untuk 10 bulan. Gapoktan/LKMA Nan Dihati ingin agar petani dapat memiliki dana pensiun di bank.
Ke depan, pengurus berharap anak-anak yang menjadi tukang ojek bisa dibina menjadi petani masa depan. Gapoktan/LKMA Nan Dihati juga memiliki dana perdagangan umum dari dana titipan masyarakat dan sasaran akhir adalah dana pensiun petani kalau sudah tidak bekerja lagi. (*)

http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=1234

Software Pembiayaan Sistem Syariah LKMA Free Download…!

Gerakan Sejuta Buku untuk Petani

Software Pembiayaan Sistem Syariah LKMA Free Download…!

Sejak tahun 1999, kami telah bekerja bersama-sama, membangun kemandirian Petani di Sumbar. Beberapa langkah yang di lakukan adalah memberikan pendidikan melalui Sekolah Lapangan (SL) untuk petani di Sumbar. Pertanian yang kita kembangkan adalah pertanian Organik. Alhamdulilah telah terbentuk 1500 kelompok tani organik yang bekerja secara mandiri. Kelompok Tani ini kami himpun dalam Persatuan Pertanian Organik (PPO) SUMBAR. Alhamdulilah, saat ini produk hasil petani (PPO) sudah mendapatkan sertifikasi dari Departemen Pertanian Indonesia sebagai Produk Pertanian Organik.

Selain sharing dan pendidikan teknologi pertanian Organik, kami juga konsen melahirkan petani-petani ahli di bidangnya masing-masing, kami menyebutnya “PETANI PAKAR”, sampai saat ini, Sekolah Lapangan (SL) telah menghasilkan 155 orang Petani Pakar sesuai dengan keahliannya, misalnya ahli hama tikus, ahli kompos, Ahli NPK organik, Ahli Urea Organik, Ahli Pestisida cair organik, ahli tanah,ahli nutrisi, ahli padi, ahli pisang, ahli kelapa, ahli lembaga keuangan mikro agribisinis. Semua Petani pakar ini berasal dari petani. Para petani pakar ini tersebar di pelbagai daerah di Sumbar dan bersedia membagi ilmu dengan petani lain di sumbar tanpa di bayar. Kami hanya memfasilitasi transportasi mereka ke Lokasi sebesar Rp. 100.000,-. Beberapa Petani Pakar kami telah mendapat penghargaan dari Presiden Indonesia, Misalnya Penghargaan untuk Petani Pakar yang Ahli “Padi Tanam Sebatang”, Penghargaan Dari Presiden RI untuk Petani Pakar “Tanaman Pisang” dan Penghargaan dari Presiden RI untuk “Pengolahan Hasil Pertanian”.

Dalam perjalanan waktu, kelompok tani ini berhasil membangun Lembaga Keuangan Mikro Agribisinis (LKMA), yang sahamnya di miliki oleh para petani. Saat ini terbentuk LKMA telah terbentuk di Kabupaten Agam, Solok, Darmasraya, Pariaman, pasaman, Bukittinggi, Lima Puluh Kota, Payakumbuh, Solok Selatan dan Pesisir Selatan dengan total 130 unit. Saat ini, total asset LKMA (kami biasa menyebutnya BANK PETANI) berjumlah 90 Milyar. Lembaga ini dibangun dengan modal awal 15 juta tahun 2003. Keberhasilan gerakan ekonomi ini mendapatkan penghargaan dari di Bank Danamon, dimana Masril Koto (Dirut LKMA) mendapatkan DANAMON Award 2010 dan Indonesia Berprestasi Award 2010.

Sekarang, kami akan membangun perpustakaan di semua LKMA dalam bentuk “GERAKAN SEJUTA BUKU UNTUK PETANI”. Perpustakaan ini akan menjadi media belajar lanjutan bagi petani dan anak-anak petani di Sumbar. Kami tidak membatasi jenis-jenis buku yang dikumpulkan dalam gerakan ini. Tetapi kami akan menyusunnya dalam pelbagai segmentasi, Misalnya buku yang berhubungan pola tanam dan teknologi pertanian, buku tersebut akan kami sebar di semua perpustakaan (LKMA), jika lebih spesifik misalnya buku tentang pola tanam jagung, maka buku tersebut akan kami letakan di perpustakaan LKMA Pasaman karena memang petani dan anggota LKMA di sana rata-rata adalah petani Jagung, Jika buku tentang pisang dan Ubi akan kami letakan di Baso, Agam, karena petani kami banyak bercocok tanam pisang dan ubi. Sementara buku-buku pengetahuan umum, sejarah, teknologi, politik, hukum, lingkungan, ekonomi dll akan kami sebar disemua perpustakaan.

Dalam pengelolaan perpustakaan (sistem, indeks, pengawetan dan perawatan buku, alur dll) kami memiliki tenaga yang ahli untuk merancang itu semua. Mereka adalah pustakawan. Manajemen perpustakaan akan kita bangun melalui mekanisme sosial artinya kontrol pengelolaan kita memanfaatkan pranata sosial yang tumbuh dan berkembang di lingkungan petani. (cara ini sukses kita praktekkan dalam mengelola Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis).

Kami berharap, bapak/ibu/saudara/saudari agar bisa berpartisipasi dalam program ini. Partisipasinya bisa berbentuk:

1. Menyumbang Buku-buku baik baru ataupun bekas dengan pelbagai tema dan judul

2. Menyumbang Majalah, buletin, jurnal ilmiah, CD/VCD/DVD

3. Menyumbang Hardware perpustakaan

4. Menyumbang Software Perpustakaan

5. Menyumbang dana/uang yang akan di kelola secara transparan

6. Menyampaikan informasi gerakan ini kepada kawan, saudara, kolega dll

7. Turut berdoa agar program ini sukses

Gerakan ini adalah Gerakan sosial yang tidak berafiliasi dengan kepentingan apapun kecuali kepentingan para petani Indonesia.

http://hiburan.kompasiana.com/buku/2010/12/03/gerakan-sejuta-buku-untuk-petani/

Software Pembiayaan Sistem Syariah LKMA Free Download…!

Banker Sukses yang Tak Lulus Sekolah Dasar

Software Pembiayaan Sistem Syariah LKMA Free Download…!

Masril Koto, Founder Ratusan Lembaga Keuangan Petani di Sumbar
Petani di Agam, Sumatera Barat, kini punya bank khusus. Mereka bisa meminjam modal untuk pengembangan usaha. Founder-nya, Masril Koto, merupakan petani sederhana yang bahkan tak lulus SD.
IGNA ARDIANI, JAKARTA
SAAT diundang tampil dalam acara Kick Andy, 3 November, penampilan Masril Koto paling sederhana dibanding tamu-tamu Andy yang lain. Mengenakan T-shirt putih dibalut jaket hitam dengan celana kain hitam. Alas kakinya sepasang sandal hitam.
Masril berperawakan kecil, berkulit sawo matang, berkumis lebat, bertampang lucu dan murah senyum.
Gara-gara wajah dan senyum itu, penonton acara taping Kick Andy di studio Metro TV dibuat ger-geran. Tawa khasnya sering muncul tiba-tiba di tengah perbincangan dengan Andy. Si host pun kerap tak kuasa menahan tawa. “Begini-begini, Anda ini banker ya?” ujar Andy F Noya, host Kick Andy.
Di kampung halamannya, layaknya kebanyakan warga Agam, Sumatera Barat, Masril Koto menyandang profesi sebagai petani dan peternak. Namun, sejak 2006, dia menyandang profesi tambahan, menjadi banker.
Sejatinya bukan banker atau orang yang bekerja di bank-bank. Tapi, pria yang tak sampai menamatkan bangku sekolah dasar itu merupakan salah seorang bidan terbentuknya Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) Prima Tani, sebuah lembaga keuangan tempat para petani bisa mendapatkan pinjaman untuk tambahan modal usaha.
Namun, alih-alih Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis Prima Tani, Masril lebih suka menyebut lembaga itu sebagai bank petani. Lebih gampang. “Kalau bilang Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis Prima Tani, bisa bingung dia (petani, red) tuh,” katanya.
Banyaknya petani yang sulit mencari pinjaman modal menginspirasi Masril untuk membentuk lembaga keuangan para petani tersebut. Dibanding pihak lain, petani merupakan sosok yang sering kurang mendapat kepercayaan dari bank untuk mendapatkan suntikan dana. Maklum, apa yang bisa diajukan petani sebagai agunan pinjaman.
Karena itu, ketika peralatan bersawah rusak, para petani biasanya akan sibuk mencari pinjaman ke sana-kemari dan belum tentu bisa mendapatkan uang dengan cepat. “Itulah kesulitan riil yang dihadapi petani di lapangan,” ungkap pria 36 tahun tersebut.
Menurut dia, lembaga keuangan khusus petani perlu ada karena masalah petani lainnya seperti soal bibit atau pupuk akan bisa diselesaikan sendiri oleh petani. Kegelisahan itu, tampaknya, mendapat banyak respons dari rekan sesama petani.
Pada 2002, Masril dan teman-temannya sesama petani mulai bergerilya membangun lembaga tersebut. Dalam bayangan Masril, mendirikan bank bakal tidak ribet. Tinggal cari orang yang mau memberikan pelatihan, merekrut anggota, jadilah bank.
Masril bertugas mencari info pelatihan tersebut. Ayah satu anak itu rajin mengumpulkan brosur dari tiap bank. “Saya masuki semua bank. Setiap saya menanyakan informasi mengenai pelatihan membuat bank, yang saya tanyai hanya tertawa,” ungkapnya.
Empat tahun kemudian, pada 2006, usaha itu membuahkan hasil. Masril dan kawan-kawan kemudian bertemu Yayasan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Andalas (AFTA). Yayasan AFTA adalah lembaga yang turun ke kenagarian (desa) di Sumatera Barat (Sumbar) untuk memberikan penyuluhan pertanian.
Yayasan AFTA memfasilitasi dengan memberikan pelatihan keuangan. Yang diajarkan adalah akuntansi sederhana seperti mencatat uang yang masuk dan keluar. Seluruh anggota mendapat pelatihan itu, meski nanti yang menjadi petugas hanya beberapa orang. Sejak itu, LKMA resmi didirikan.
Supaya seperti bank betulan, para anggota juga sepakat menerbitkan saham untuk modal pendirian lembaga keuangan tersebut. Petani boleh membelinya. Para anggota langsung bergerak cepat melakukan sosialisasi saham. Satu lembar saham dihargai Rp 100 ribu. “Jangan tanya, sangat banyak yang masih bingung soal saham. Masak kertas begini harganya seratus ribu,” ujarnya.
Sosialisasi dilakukan dalam rapat kelompok tani, masjid, sampai lampo (warung kopi, red) yang memang banyak bertebaran di wilayah Agam. “Warung-warung kopi di daerah kami sering dijadikan tempat rapat. Orang-orang di DPR baru mulai rapat, di lampo kami sudah selesai bahas,” tegasnya.
Setahun berdiri, banyak yang mulai merasakan manfaat bank petani tersebut. Yang utama adalah kemudahan mengakses modal. Petani yang membutuhkan dana bisa langsung meminjam. Termasuk untuk kebutuhan lain seperti biaya sekolah anak, biaya pernikahan, hingga membeli kendaraan.
Manfaat lain adalah mengatasi pengangguran anak-anak petani lulusan SMA. Di antara mereka banyak yang direkrut menjadi karyawan LKMA. Rata-rata tiap LKMA memiliki lima karyawan. Dengan lebih dari 200 LKMA di Sumbar, cukup lumayan tenaga kerja yang tertampung. Banyak juga karyawan yang bisa melanjutkan kuliah dengan meminjam uang dari LKMA dan membayar cicilan pinjaman dari gaji mereka.
Di sisi pendidikan, para petani serta anggota menjadi tahu cara mengelola lembaga keuangan karena semua diikutkan training saat awal pembentukan. LKMA juga menjadi sarana penyebaran informasi terkait pertanian dengan cara mengorganisasi petani guna mengikuti training pertanian.
Meski demikian, ada pula kendala yang harus dihadapi Masril. Terutama dalam membangun rasa percaya diri para petani. Awalnya, mereka merasa tidak mampu untuk membuat serta mengelola lembaga keuangan untuk diri sendiri. “Perlu beberapa kali pertemuan untuk memotivasi mereka.”
Selain itu, ketika lembaga telah terbentuk dan berjalan dengan baik, kerap terjadi gesekan antaranggota. Ada yang ingin menjadi pengurus, pengelola dan sebagainya. Hal tersebut diatasi dengan pengaturan yang tegas soal pengurus, pengelola, serta badan pengawas. “Pengurus adalah wakil pemilik saham, pengelola adalah anak-anak para petani. Sementara itu, badan pengawas diambilkan dari tokoh masyarakat setempat,” jelas Masril.
Sebagai nasabah, petani juga tak selamanya tertib. Ada saja yang berulah nakal seperti menunggak bayar kredit. Mengingatkan mereka, kata Masril, tak gampang. Selalu ada saja alasan untuk berkelit. Tapi, dia tak kurang akal. Layaknya bank resmi, yang berulah mendapat surat teguran. “Suratnya diketik seperti surat-surat dari bank. Karena harus hemat, surat teguran dibuat dari satu kertas folio dibagi empat,” ujarnya.
Langkah itu ampuh? Ternyata tidak selalu. Banyak yang masih membangkang. Bila sudah sampai tahap itu, Masril terpaksa menggunakan jurus andalan. Dia mencatat nama-nama nasabah bandel, lalu mengumumkannya melalui pengeras suara masjid. “Biasanya, kalau sudah diumumkan di masjid, malu dia,” tegasnya.
Dengan keberhasilan tersebut, ide itu diadopsi Kementerian Pertanian (Kementan) menjadi program nasional dengan mencanangkan pembentukan 10 ribu lembaga keuangan pertanian di seluruh Indonesia. “Saya yang bukan orang sekolahan diundang tim menteri pertanian untuk mendiskusikan hal itu di Jakarta dan Padang,” ungkap Masril mengenang.
Melalui program pengembangan usaha agrobisnis pedesaan (PUAP), akhirnya Kementan mengucurkan bantuan pembentukan LKMA melalui gabungan kelompok tani (gapoktan) sebesar Rp 100 juta per unit. Dana tersebut diambilkan dari program PMPN Mandiri di bidang pertanian.
Masril saat ini sering tidak sempat mengurus kebun, sawah dan ternaknya. Dia disibukkan oleh tugas sebagai motivator pembentukan dan pengelolaan bank-bank petani di berbagai daerah di Sumbar. Di Sumbar, berdiri 208 unit LKMA yang sampai sekarang berjalan dengan baik. Di luar itu, masih ada 50 unit LKMA yang didirikan dengan modal swadaya para petani. “LKMA terkecil saat ini beraset Rp 200 juta, sedangkan yang terbesar mencapai Rp 2 miliar,” kata Masril.
Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan, Bangka-Belitung, Jawa Barat, Bengkulu, dan Bali bahkan mengundang Masril untuk berbagi cerita tentang pengelolaan LKMA. “Banyak juga undangan langsung dari petani,” ujarnya.
Bank Indonesia Sumbar juga mengundang Masril untuk memberikan training kepada karyawan lembaga keuangan mikro (LKM) tentang pendekatan baru dalam melayani nasabah.
Dia merasa bangga idenya berjalan baik dan dapat membantu para petani. Tapi, di benaknya masih banyak ide lain yang ingin direalisasikan. Diantaranya, membuat asuransi dan dana pensiun untuk para petani. Masril juga ingin membuat skim khusus pembiayaan untuk pertanian organik. (*/c5/dos)

http://www.radartasikmalaya.com/index.php?option=com_content&view=article&id=7758:banker-sukses-yang-tak-lulus-sekolah-dasar&catid=32:languages&Itemid=47

Software Pembiayaan Sistem Syariah LKMA Free Download…!

Mentan Harapkan Gapoktan Sulsel Miliki LKMA

Software Pembiayaan Sistem Syariah LKMA Free Download…!

Makassar (ANTARA News) – Menteri Pertanian Suswono mengharapkan Gabungan Kelompok Tani di Provinsi Sulawesi Selatan agar memiliki Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis.

“Pembentukan LKMA ini merupakan tujuan jangka panjang yang harus dicapai oleh seluruh gapoktan,” ungkap Mentan di Makassar, Rabu.

Hadirnya LKMA merupakan sasaran dari pelaksanaan program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) agar petani tidak mengalami kesulitan dalam hal permodalan.

Mentan menambahkan, LKMA ini nantinya dapat menjadi mitra perbankan, sehingga penyaluran kredit bisa langsung dilakukan melalui gabungan kelompok tani (gapoktan) dan lebih luas dalam meningkatkan program agribisnis.

Agar LKMA ini dapat berjalan dengan baik, diperlukan tenaga keuangan mikro sebagai pendamping, namun tidak boleh mengintervensi dan mengawasi, melainkan membantu dalam menjalankan roda ekonomi dalam LKMA tersebut, tandasnya.

Keberadaan LKMA ini juga yang menjadi ukuran kemandirian suatu gapoktan, sehingga bagi gapoktan yang mandiri dan dapat mengelola LKMA dengan baik, maka akan mendapatkan penghargaan dari pemerintah.

Pemberian penghargaan ini dimaksudkan agar gapoktan semakin bersemangat untuk mengelola LKMA semaksimal mungkin.

“Sebagai contoh, gapoktan di Kabupaten Ponorogo sudah memiliki modal hingga Rp400 juta. Ini menunjukkan suatu kemandirian yang luar biasa, dan harus dicontoh oleh seluruh gapoktan  lain termasuk di Sulsel,” tandasnya. (T.pso-103/S016)

http://makassar.antaranews.com/berita/17072/mentan-harapkan-gapoktan-sulsel-miliki-lkma

Software Pembiayaan Sistem Syariah LKMA Free Download…!

Pembela Petani, DA 4

Software Pembiayaan Sistem Syariah LKMA Free Download…!

Masril Koto, Pembela Petani

Usia: 36 tahun
Domisili: Agam, Sumbar
Kegiatannya: Mendirikan LKMA untuk petani

 

Masril Koto, Pembela Petani

Masril Koto, Pembela Petani

Tidak lulus sekolah dasar bukan halangan bagi Masril Koto membentuk lembaga keuangan khusus petani. Idenya bahkan diadopsi Departemen Pertanian.

Apa yang dilakukan petani bila tiba-tiba alat bajak sawahnyanya rusak. Ia akan berjalan ke sana ke mari untuk mencari pinjaman yang belum tentu bisa didapat dengan cepat. “Inilah kesulitan ril yang dihadapi petani di lapangan,” ungkap Masril Koto (36 tahun).

Kondisi ini menginspirasi Masril membentuk lembaga keuangan untuk para petani. Menurutnya, lembaga ini perlu karena masalah petani lainnya, seperti soal bibit atau pupuk relative bisa diselesaikan sendiri oleh petani. Untuk pelatihan atau penyuluhan pertanian juga ada dinas pertanian. “Sementara akses modal untuk petani tidak ada,” ujar pria yang tidak lulus sekolah dasar ini.

Sejak 2002, Masril dan teman-temannya sesama petani bergerilya untuk membangun lembaga ini. Mereka mendatangi lembaga terkait untuk mewujudkan ide ini seperti perbankan dan dinas pertanian. “Untuk bertemu dengan lembaga-lembaga ini kami sangat terbantu oleh Yayasan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Andalas (AFTA),” ujar Masril. Yayasan AFTA adalah lembaga yang turun ke kenagarian (desa) di Sumatera Barat (Sumbar) memberikan penyuluhan pertanian.

Ide ini sempat muncul dan tenggelam dalam diskusi para petani Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, sehingga bisa teralisasi pada tahun 2006 dengan nama Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis Prima Tani. Setahun berjalan baik, lembaga ini dikunjungi Menteri Pertanian (Mentan) Anton Apriantono.

Kepada Mentan, Masril mengusulkan agar lembaga ini diprakarsai Departemen Pertanian (Deptan) sehingga bisa berjalan dengan lebih baik. Akhirnya ide ini diadopsi Deptan menjadi program nasional dengan mencanangkan pembentukan 10 ribu lembaga keuangan pertanian di seluruh Indonesia. “Saya yang bukan orang sekolahan diundang tim Mentan mendiskusikan hal ini di Jakarta dan di Padang,” ujar Masril mengenang.

Melalui program pengembangan usaha agribisnis pedesaan (PUAP) akhirnya Deptan mengucurkan bantuan pembentukan LKMA melalui gabungan kelompok tani (Gapoktan) sebesar Rp 100 juta per unit. Dana ini diambilkan dari Program PMPN Mandiri di bidang pertanian.

Di Sumbar sendiri berdiri 208 unit yang sampai sekarang berjalan dengan baik. Diluar itu masih ada 50 unit LKMA yang didirikan dengan modal swadaya para petani. “LKMA terkecil saat ini beraset Rp200 juta, sementara yang terbesar hampir mencapai Rp2 miliar,” Masril menjelaskan.

Sangat banyak manfaat yang dirasakan petani dengan berdirinya lembaga ini. Yang utama adalah kemudahan mengakses modal. “Ketika mereka butuh dana bisa langsung meminjam. Termasuk ketika mereka perlu uang untuk biaya sekolah anaknya,” ungkap Masril.

Manfaat lain adalah mengatasi pengangguran anak-anak petani lulusan SMU. Mereka menjadi karyawan di LKMA. Rata-rata tiap LKMA memiliki 5 karyawan. Dengan 200 lebih LKMA di Sumbar cukup lumayan tenaga kerja yang tertampung. Banyak juga karyawan ini yang bisa melanjutkan kuliah dengan meninjam uang dari LKMA dan membayar cicilan pinjaman dari gaji mereka.

Di sisi pendidikan, para petani dan anggota menjadi tahu cara mengelola lebaga keuangan karena semua diikutkan training saat awal pembentukan. LKMA juga jadi sarana penyebaran informasi yang terkait pertanian dengan mengorganisir petani megikuti training pertanian.

Tentu banyak kendala yang dihadapi Masril dalam membagun lembaga ini. Yang utama adalah membangun rasa percaya diri para petani. Pada awalnya mereka merasa tidak mampu untuk membuat dan mengelola lembaga keuangan untuk diri sendiri. “Perlu beberapa kali pertemuan untuk memotivasi mereka.”

Selain itu, ketika lembaga telah terbentuk dan berjalan dengan baik, kerap terjadi gesekan antar anggota. Ada yang ingin jadi pengurus, pengelola dan sebagainya. “Hal ini kami atasi dengan pengaturan yang tegas soal pengurus, pengelola dan badan pengawas. Pengurus adalah wakil pemilik saham, pengelola adalah anak-anak para petani. Sementara badan pengawas diambilkan dari tokoh masyarakat setempat,” jelas Masril.

Hasilnya cukup baik. Satu contoh, LKMA Panampuang Prima di Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agm, yang berdiri pada 2008 dengan modal Rp 100 juta, saat ini sudah berkembang menjadi Rp240 juta. “Kami masih kekurangan dana untuk disalurkan. Para petani terpaksa harus antri dulu,” ujar Shelfi, A.Md, manajer LKMA Panampuang Prima.

Masril merasa bangga idenya berjalan baik dan dapat membantu para petani. Tetapi di benaknya masih banyak ide lain yang ingin direalisasikan. Di antaranya membuat asuransi dan dana pensiun untuk para petani. Ia juga ingin membuat skim khusus pembiayaan untuk pertanian organik.

Masril sendiri saat ini tidak sempat lagi mengurus kebun, sawah dan ternaknya. Hari-harinya disibukkan kegiatan memberikan motivasi pembentukkan dan pengelolaan LKMA di berbagai daerah di Sumbar. Dinas Pertanian Provinsi Sematera Selata, Bangka Belitung, Jawa Barat, Bengkulu, dan Bali bahkan mengundang Masril untuk berbagi cerita pengelolaan LKMA. “Banyak jua undangan langsung dari petani,” ujar Masril.

Bank Indonesia Sumbar juga mengundang Masril untuk memberikan training kepada karyawan lembaga keuangan mikro (LKM) tentang pendekatan baru dalam melayani nasabah.

Masril layak menjadi contoh. Dengan semangat bisa yang dimilikinya, ia berhasil meralisasikan idenya membantu para petani, kaumnya sendiri.

http://danamonaward.org/node/178

Software Pembiayaan Sistem Syariah LKMA Free Download…!

LKMA PRIMA LESTARI JUARA NASIONAL Sistem Syari’ah, Aset Rp460 Juta

Software Pembiayaan Sistem Syariah LKMA Free Download…!

MUHAMMAD BAYU VESKY

LIMAPULUH KOTA – Tidak tahan melihat masyarakat terus-terusan didera kemiskinan, membuat warga Nagari Sikabu-Kabu Tanjung Haro Padang Panjang, Kecamatan Luhak Kabupaten Limapuluh Kota (115 Km dari Kota Padang), meluluhkan kebekuan fungsi intermediasi industri perbankan di bidang pertanian. Salah satu caranya adalah Gabungan kelompok tani bernama Lestari, hingga mengelola keuangan pertanian dengan nama Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) Prima Lestari.
Ketika gagasan muncul banyak orang menyebut ide konyol. Dipicu ingin maju dan memperbaiki ekonomi masyarakat kalangan petani, anggota gabungan kelompok tani (Gapoktan) Lestari di antaranya Musni Faisal, 27, dan kawan-kawan, mencari wadah yang bisa dijadikan tempat diskusi. Mereka bertukar pikiran dan belajar dengan pencetus LKMA Prima Tani, Masril Koto asal Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam. Masril adalah lelaki tak tamat SD yang kini masuk nominasi Danamon Award. Masril pulalah yang membuat ratusan LKMA di Sumbar dengan asset hampir Rp100 miliar.
Berkat lelaki itulah, Gapoktan Lestari terus mengepakkan sayap. Hingga akhirnya mereka sepakakat mendirikan LKMA yang diberi nama Prima Lestari. “Kami terinspirasi dengan Masril Koto. Makanya nama Prima Lestari sedikit diambil dari Prima Tani. Bahkan ketika peresmian LKMA, kami sengaja mengundang Masril Koto dan Alberso Sati Marajo 17 Februari 2009. Jujur saja, kedua lelaki yang saya sebut tadi, adalah tempat diskusi dan bertanya kami,” kata Manager Umum LKMA Prima Lestari Musni Faisal kepada Singgalang Selasa (12/10) di kantor LKMA Prima Lestari Nagari Sikabu-Kabu Tanjung Haro Padang Panjang.
Singkat cerita musim berganti. Diceritakan Faisal —sapaan akrab Musni Faisal— pihaknya bersama pengelola LKMA Prima Lestari, di awal pergerakan sedikit gamang. Itu disebabkan masih minimnya aset yang dimiliki. Kalau pun, hanya bersifat modal dasar yang diberikan oleh sejumlah orang dari 240 anggota yang tersebar di 26 kelompok tani dalam Gapoktan Lestari.
“Alhamdulillah, ketika saya dan kawan-kawan berdiskusi dengan Masril Koto, akhirnya ada peluang rancak. Pertama ada kredit mikro nagari. Kami ambil dan dijadikan aset LKMA. Selanjutnya juga ada dana yang berasal dari Program Pengembangan Usaha AgriBisnis Pedesaan (PUAP) Nasional. Senang betul hati kami saat itu,” kenang Faisal yang tercatat sebagai utusan Sumbar untuk Jambore Bakti Pemuda, di Kalimantan Barat beberapa waktu lalu.
Lantas ketika semua keyakinan sudah matang, baik itu dari pihak LKMA Prima Lestari maupun dari Gapoktan Lestari, selanjutnya disepakatilah LKMA Prima Lestari akan berjalan dengan sistem syari’ah. Setiap urusan dipermudah tanpa bunga besar dan agunan. Bagi petani yang akan melakukan simpan pinjam, diberikan kemudahan khusus tanpa prosedur yang merepotkan.
“Kini alhamdulilah aset LKMA Prima Lestari sudah mencapai Rp460 juta. Setiap anggota kelompok bisa meminjam. Begitu juga masyarakat nagari Sikabu-Kabu Tanjung Haro Padang Panjang. Pinjaman paling tinggi baru Rp15 juta,” kata Faisal, sembari memperagakan sejumlah dokumen foto, sewaktu LKMA diresmikan setahun lebih silam.
Berkat ketangguhan LKMA Prima Lestari itu juga, sebulan lampau sengaja diutus Pemprov Sumbar untuk berlaga dalam lomba Gapoktan dan LKMA berprestasi se-Indonesia. Hasilnya LKMA Prima Lestari menjadi yang terbaik dan dinyatakan sebagai pemenangnya.
“Insya Allah, hadiahnya kita terima bulan November depan. Yang akan diberikan langsung oleh Menteri Pertanian bersama Menteri Koperasi,” terang Faisal.

Percontohan
Masih menurut Faisal, belum lama LKMA Prima Lestari berdiri, pihaknya juga merasa beruntung tatkala sejumlah daerah di Sumatra Barat menjadikan LKMA yang dipimpinnya sebagai bahan percontohan dan studi banding. Di antara PPL Dinas Pertanian yang melakukan studi banding ke daerah di lereng Gunung Sago itu adalah PPL Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang, Padang Pariaman, Pasaman Barat dan Solok Selatan.
“Mereka datang ke sini, bertanya bagaimana cara dan pengolaan LKMA sehingga bisa menjadi yang terbaik. Rasanya kami juga belum baik. Tapi yang jelas kami akan mencoba memberikan yang terbaik. Walaupun itu penuh rintangan. Satu lagi, kami juga ingin mewujudkan visi Gapoktan dan LKMA ini menjadikan anak nagari Sikabu-Kabu lepas dari kekangan ekonomi dan renteiner,” kata bujangan itu. (*)

http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=1211

Software Pembiayaan Sistem Syariah LKMA Free Download…!

Pemimpin Dilarang Menangis

NASRULLAH NUKMAN

Suatu ketika Umar bin Khatab radhiallahu anhu sahabat Rasul meneteskan air mata di kala berpapasan dengan Rasulullah SAW saat hendak melaksanakan shalat berjamaah di masjid.
Rasulullah pun bertanya: “Ada apa denganmu ya Umar. Mengapa engkau meneteskan air mata?”
Umar menjawab: “Ya Rasulullah, bagaimana aku tidak akan menangis. Aku melihat di pipimu ada bekas alas dari tempat tidurmu yang kasar, dan bukankah Allah telah berikan kemenangan kepada kita untuk sedikit menikmati kesenangan itu. Lalu kenapa engkau masih tidur di tempat tidur yang beralaskan pelepah kurma…?”
Rasulullah pun berkata kepada Umar: “Ya… Umar sahabatku. Kalau seandainya ummat ini sudah mendapatkan kesenangan dan kebahagian, biarlah saya sebagai pemimpinnya yang terakhir kali merasakan kesenangan dan kenikmatan tersebut. Sebaliknya kalau seandainya ummat ini berada di dalam kesusahan dan penderitaan, biarlah aku sebagai pemimpin mereka yang pertama sekali merasakannya.”
Mendengar jawaban Rasulullah, air mata Umar semakin deras mengalir, karena haru memperoleh ungkapan, sekaligus keteladanan yang luar biasa yang diberikan oleh seorang pemimpin.
Dalam sejarah perjalanan kepemimpinananya, Umar bin Khatab pun sangat banyak menorehkan keteladanan seorang pemimpin, tentang kesederhanaan, kepedulian kepada rakyatnya dan ketegasan dalam menegakkan peraturan dan hukum.
Secara materi, Rasulullah dan para sahabat bukanlah orang-orang yang berkekurangan. Mereka adalah orang-orang kuat, baik secara materi maupun spiritual.
Tetapi sebagai pemimpin umat, mereka menjadikan kesederhanaan adalah pilihan hidup mereka dalam melayani dan melindungi masyarakatnya.
Di era sekarang, kita perlu meneladani kesederhanaan seorang presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad. Kesederhanaana dia dalam memimpin tidak membuat negaranya diremehkan dan dilecehkan negara lain.
Sebaliknya, negara adidaya seperti Amerika pun dibikin bergeming. Bahkan ‘anak emas’ Amerika, Israel dihantui ketakutan terhadap Iran.
Dalam sebuah wawancara di TV Fox (AS) soal kehidupan, Presiden Iran ditanyai, “Saat Anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang Anda katakan pada diri Anda?”
Jawabnya: “Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan. Hari depanmu penuh dengan tanggungjawab melayani rakyat.”
Berikut adalah gambaran Ahmadinejad, yang membuat orang ternganga dan terheran-heran. “Saat pertamakali menduduki kantor kepresidenan, menyumbangkan seluruh karpet istana mahal itu itu kepada masjid di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.”
Ia mengamati, ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan mengingatkan kepada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan dua kursi kayu. Meski kelihatan sederhana namun tetap bergengsi.
Ketika dilantik menjadi presiden Iran, langkah pertamanya mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran.
Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu-satunya uang masuk adalah uang gaji bulanannya sebagai dosen di sebuah universitas senilai US$ 250. Bahkan walau sudah menjabat presiden, beliau masih tinggal di rumahnya.
Hanya itulah yang dimiliki oleh seorang presiden dari negara yang kaya dan strategis baik secara ekonomis, politis, dan pertahanan. Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas menjaganya.
Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yang selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira. Ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.
Kita tidak ingin melakukan sebuah perbandingan dengan apa yang sedang dipertontonkan oleh pemimpin kita yang katanya sangat peduli dan prihatin dengan apa yang sedang dialami oleh rakyatnya. Tetapi bagaimana kita melakukan sebuah renungan, kenapa kita harus dikaruniakan pemimpin yang lebih cendrung memikirkan dirinya dari pada memikirkan rakyatnya.
Iran merdeka bukanlah karena limpah ruah materi serta fasilitas mewah dari pemimpinnya berjuang, melainkan karena semangat, sprit perjuangan yang dilandasasi kecintaan untuk melepaskan rakyatnya dari belenggu penjajah.
Pemimpin kita di kala itu, adalah mereka yang betul-betul mempertontonkan kesederhanaan. Tersebutlah salah satunya tentang perdana menteri yang sampai berhenti pun tidak memiliki kekayaan.
“Lalu nikmat Allah yang mana lagi yang akan kalian dustakan?
Firman Allah dalam Alquran mengingatkan kita untuk selalu bersyukur, karena kekufuran dari nikmat Allah akan membuat kita digaji berapapun tidak akan pernah merasa cukup.
Semoga negeri yang gemah ripah loh jenawi ini dikelola oleh orang-orang yang bersyukur, dan berpenampilan sederhana, bukan orang yang tamak serta haus kekuasaan dan harta. (*)

http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=3512

Seberapa Kaya Umar bin Khattab?

Selama ini, kita hanya mengetahui bahwa hanya ada dua sahabat Rasul yang benar-benar sangat kaya, yaitu Abdurrahman bin Auf dan Ustman bin Affan. Namun sebenarnya, sejarah juga sedikit banyak seperti “mengabaikan” kekayaan yang dipunyai oleh sahabat-sahabat yang lain.

Umar bin Khatab R.A

Umar bin Khatab R.A

Ingat perkataan Umar bin Khattab bahwa ia tak pernah bisa mengalahkan amal sholeh Abu Bakar? Itu artinya, siapapun tak bisa menandingi jumlah sedekah dan infaqnya Abu Bakar As-Shiddiq.

Lantas, bagaimana dengan kekayaan Umar bin Khattab sendiri? Khalifah setelah Abu Bakar itu dikenal sangat sederhana. Tidur siangnya beralaskan tikar dan batu bata di bawah pohon kurma, dan ia hampir tak pernah makan kenyang, menjaga perasaan rakyatnya. Padahal, Umar adalah seorang yang juga sangat kaya.

Ketika wafat, Umar bin Khattab meninggalkan ladang pertanian sebanyak 70.000 ladang, yang rata-rata harga ladangnya sebesar Rp 160 juta—perkiraan konversi ke dalam rupiah. Itu berarti, Umar meninggalkan warisan sebanyak Rp 11,2 Triliun. Setiap tahun, rata-rata ladang pertanian saat itu menghasilkan Rp 40 juta, berarti Umar mendapatkan penghasilan Rp 2,8 Triliun setiap tahun, atau 233 Miliar sebulan.

Umar ra memiliki 70.000 properti. Umar ra selalu menganjurkan kepada para pejabatnya untuk tidak menghabiskan gajinya untuk dikonsumsi. Melainkan disisakan untuk membeli properti. Agar uang mereka tidak habis hanya untuk dimakan.

Namun begitulah Umar. Ia tetap saja sangat berhati-hati. Harta kekayaannya pun ia pergunakan untuk kepentingan dakwah dan umat. Tak sedikit pun Umar menyombongkan diri dan mempergunakannya untuk sesuatu yang mewah dan berlebihan.

Menjelang akhir kepemimpinan Umar, Ustman bin Affan pernah mengatakan, “Sesungguhnya, sikapmu telah sangat memberatkan siapapun khalifah penggantimu kelak.” Subhanallah! Semoga kita bisa meneladani Umar bin Khattab.  (sa/berbagaisumber/Fikih Ekonomi Umar bin Al-Khattab/khalifa)

http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/seberapa-kaya-umar-bin-khattab.htm

M. Natsir Pemimpin Islam Sejati ( Cermin Pemimpin Islam )

M. Natsir adalah tipologi pemimpin Islam yang berpegang teguh terhadap prinsip dan cita-citanya. Tak pernah lekang oleh apapun. Sesudah Indonesia merdeka, ia berbeda pendapat dengan Presiden Soekarno, yang tak pernah mau kompromi. Sampai Partai Masyumi dibubarkan, di tahun 1960.

M. Natsir

M. Natsir

Sesudah Soekarno jatuh, dan digantikan Presiden Soeharto, tak lama M. Natsir, akhirnya berbeda pendapat dengan pemimpin Orde Baru itu, sampai akhirnya ia dikucilkan oleh Soeharto sampai meninggalnya. M.Natsir dapat menjadi suri tauladan, terutama bagi generasi baru Indonesia, yang mendambakan keluhuran budi pekerti.

Sesudah Pemilu 1955, M. Natsir membawa Partai Masyumi, yang merupakan gabungan partai-partai Islam di Konstituante, yang secara sungguh-sungguh memperjuangkan Islam sebagai dasar negara. Mereka adalah para pemimpin Islam, yang memiliki karakter dan kepribadian yang utuh, serta organisator dan pemimpin politik yang ulung. Dalam berpolitik mereka berprinsip. Dengan prinsip-prinsip Islam yang mereka yakini. Dan, mereka memperjuangkan dengan segala kemampuan yang mereka miliki. Mereka tak pernah bergeser atau ‘berpirau’ dengan prinsip-prinsip politik, yang menjadi khittah perjuangan mereka.

Waktu terjadi perdebatan di Konstituante masing-masing pemimpin partai memperjuangkan ide dan gagasannya masing-masing. M. Natsir waktu itu, menjelaskan perbedaan pokok antara sekulerisme dengan Islam. Menurut Natsir, sekulerisme adalah suatu cara hidup yang mengandung paham, tujuan dan sikap yang hanya di dalam batas keduniaan. “Seorang sekuleris tidak mengakui adanya wahyu sebagai salah satu sumber kepercayaan dan pengetahuan. Ia menganggap bahwa kepercayaan dan nilai-nilai itu ditimbulkan oleh sejarah ataupun oleh bekas-bekas kehewanan manusia, semata-mata dan dipusatkan kepada kebahagiaan manusia dalam kehidupan sekarang belaka”,ujar M. Natsir.

Selanjutnya, dalam pandangannya, yang disampaikan di depan para anggaota Konstituante, M. Natsir, menegaskan: “Jika dibandingkan dengan sekulerisme yang sebaik-baiknya pun, maka adalah agama masih lebih dalam dan lebih dapat diterima akal. Setinggi-tinggi tujuan hidup bagi masyarakat dan perseorangan yang dapat diberikan oleh sekulerisme, tidak melebihi konsep dari apa disebut humanity (perikemanusiaan).”, tegas Natsir. Lalu, ia menambahkan : “Di mana sumber perikemanusiaan itu?”.

Para pemimpin Masyumi adalah orang-orang yang berlatarbelakang pendidikan Barat (Belanda), tapi mereka yang paling teguh dalam memegang prinsip dan cita-cita Islam. Mereka bukan pemimpin yang berasal dari sekolah agama (pesantren), tapi tak mengurangi penghargaan mereka terhadap Islam. Justru mereka yang paling gigih memperjuangkan Islam. Sesudah Partai Masyumi dibubarkan, mereka tak lantas menjadi oportunis dan pragmantis. Ketika, pergantian kekuasaan , mereka ingin tetap mendirikan Partai Masyumi. Dan, ketika gagal menghidupkan kembali, mak mereka mendirikan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII). Inilah tempat berkhidmat para pemimin Islam, Partai Masyumi, sampai akhair hayat mereka, termasuk M. Natsir.

M. Natsir yang lahir di Alahan Panjang, Sumatera Barat, tahun l908, dan meninggal,di tahun 1993, pernah menjadi Perdana Menteri di tahun l950, sesudah ‘mosi integral’, yang menyatukan Indonesia menjadi negara kesatuan. Atas jasa-jasanya yang tak terhingga, Presiden SBY, melalui Keputusan Presiden Nomor 41/TK/Tahun 2008, menetapkan M. Natsir sebagai Pahlawan Nasional. Padahal, usulan itu sudah pernah disampaikan oleh Menteri Sosial, Mintardja, diawal tahun 1970, namun Keppres itu, baru lahir bersamaan dengan peringatan 100 tahun M. Natsir.

M. Natsir terkenal sangat bersahaja,misalnya, waktu ia menjadi Menteri Penerangan, menggunakan baju tambalan, bahkan rumahnya di Jalan Cokroaminoto, tak lain adalah hadiah Pak Idit Djunaedi, karena melihat Natsir, yang tinggal disebuah gang, dan tak layak ditempati seorang perdana menteri. Ia juga menolak hadiah mobil Chevy Impala dari cukong. Dan, satu-satunya pejabat pemerintah, yang pulang dari Istana yang membonceng sepeda sopirnya, sesudah menyerahkan jabatan perdana menteri kepada Presiden Soekarno.

Namun, Natsir telah meletakkan tonggak-tonggak yang dipancangkan secara kokoh, tanpa siapapun dapat melupakannya. Adalah Kabinet M.Natsir yang memperjuangkan Indonesia menjadi anggota PBB. Dia memahatkan politik luar negeri ‘bebas aktif’ sejak awal Indonesia merdeka. Tidak pemimpin politik Indonesia yang memiliki pandangan yang jauh ke depan dibandingkan dengan Natsir. Putra dari Alahan Panjang ini pula, yang meletakkan ekonomi ‘Benteng’, yang menghasilkan konglomerat pribumi, seperti Hasjim Ning, Dasaat, Rahman Tamin, Ayub Rais, dan Achmad Bakri dan lain-lain. Tokoh Masyumi ini pula yang membangun konsep Negara berkesejahteraan dalam rangka pembangunan yang diperuntukkan bagi rakyat kecil.

M.Natsir mempunyai sikap yang tegas, dan tidak mau kompromi dengan Soekarno, dan menolak pengaruh komunisme. Ia ingin menegakkan Islam melalui prinsip-prinsip demokrasi. Meskipun, perjuangan ini menjadi gagal. Tapi, tokoh-tokoh Masyumi telah melakukan ‘sesuatu’ yang berharga bagi masa depan Islam. Mereka tak pernah bergeser dari cita-citanya sampai akhir hayat.
Tidak salah bila M.Natsir diberikan gelar pahlawan oleh pemerintah. Karena jasa-jasanya yang besar, ketika awal-awal kemerdekaan. Mereka telah memberikan sumbangannya yang berharga, dan sangat penting bagi masa depan Islam dan Indonesia. Patut diteladani oleh siapapun, yang masih mempunyai prinsip dan cita-cita. Wallahu ‘alam.

http://www.eramuslim.com/editorial/m-natsir-pemimpin-islam-sejati.htm