SOP Akuntansi pada LKMS

Standard Operating Procedure Akuntansi pada LKMS

Definisi
.Akuntansi adalah sistem yang mengukur aktivitas, memproses informasi tersebut dalam bentuk laporan dan mengkomunikasikannya kepada pengambil keputusan dalam bentuk laporan keuangan yang terdiri dari dokumen-dokumen yang melaporkan kegiatan bisnis ke dalam satuan moneter.

Tujuan
.Kebijakan ini mengatur pelaksanaan sistem akuntansi dan manajemen keuangan pada lembaga keuangan agar berjalan secara efektif dan efisien serta sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Akuntansi Keuangan Syariah
.Pedoman perlakuan akuntansi pada Lembaga Keuangan Syariah adalah :
Accounting and Auditing Standars for Islamic Financial Institutions yang dirancang oleh Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institution (AAOIFI).
Pernyataan Standar Akuntasi Keuangan (PSAK) No : 59 mengenai Akuntansi Perbankan Syariah.
Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia (PAPSI 2003).

Kode Perkiraan
.Bagan perkiraan standar dan kode perkiraan mutlak diperlukan sebagai pedoman dalam penyelenggaraan akuntansi LKS bertujuan agar perlakuan akuntansi seragam dan konsisten sehingga mempermudah dalam penyusunan laporan keuangan.
Ketentuan dan persyaratan terkait kode perkiraan adalah :
Nomor dan nama perkiraan yang telah terdaftar dilaksanakan secara konsisten dan seragam.
Setiap unit kerja yang memerlukan nomor perkiraan lain yang belum terdaftar diwajibkan untuk melaporkan kepada Manajer untuk didaftarkan terlebih dahulu.
Setelah mendapat persetujuan dari Pengurus pembukaan nomor perkiran baru dapat dilaksanakan.
Pembukaan nomor perkiraan baru dilakukan oleh staf Akuntansi.

Penyajian Laporan Keuangan
.Laporan Keuangan bertujuan untuk menyediakan informasi yang bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam pengambilan keputusan ekonomi yang rasional, yaitu :
Pengurus
Anggota
Shahibul maal/ pemilik dana
Kreditur/ Investor
Pembayar zakat, infaq dan shadaqah
Otoritas pengawasan
Masyarakat

AKTIVA – Kas dan Kas Kecil
.Definisi
Kas adalah mata uang kertas dan logam baik rupiah maupun valuta asing yang masih berlaku sebagai alat pembayaran yang sah.
Kas kecil (petty cash) adalah dana yang dikelola oleh pemegang dana kas kecil untuk keperluan pembayaran berupa pembelian/ pengadaan barang dan jasa untuk kebutuhan operasional rutin dan kebutuhan perjalanan dinas karyawan
Tujuan:
Tujuan kebijakan akuntansi aktiva kas dan kas kecil adalah untuk merumuskan pencatatan akuntansi untuk kas sesuai dengan nilai nominalnya.
Kas terdiri dari Kas Utama, Kas Teller dan Kas Kecil.

AKTIVA – Kas dan Kas Kecil
.Perlakuan Akuntansi kas dan kas kecil adalah sebagai berikut:
Transaksi kas diakui sebesar nilai nominal.
Pencatatan dana kas kecil dengan menggunakan imprest system yaitu pengelolaan dana kas di mana ketersediaan dana dalam jumlah tetap yang dapat dipertanggungjawabkan secara periodik sesuai penggunaannya.
Kas merupakan pos neraca yang paling likuid (lancar) dan lazim disajikan dalam urutan pertama pada aktiva.

AKTIVA – Antar Bank Aktiva
.Definisi
Antar Bank Aktiva adalah penempatan dana pada bank (lembaga keuangan) syariah dalam bentuk antara lain Deposito Mudharabah, Tabungan Mudharabah, Giro Wadiah dan Tabungan Wadiah yang dimaksudkan untuk optimalisasi pengelolaan dana.
Giro pada Bank Syariah adalah saldo rekening giro bank syariah dan bank lain dalam mata uang rupiah maupun valuta asing dengan tujuan untuk menunjang kelancaran transaksi antar bank.

AKTIVA – Antar Bank Aktiva
.Tujuan
Tujuan kebijakan akuntansi Antar Bank Aktiva adalah untuk merumuskan perlakuan akuntansi penempatan pada bank (lembaga keuangan) lain baik syariah maupun konvensional serta membedakan terhadap perlakuan pengakuan pendapatan bagi hasil/ bonus/ bunga terhadap penempatan pada bank syariah dan bank konvensional.

AKTIVA – Piutang Murabahah
.Definisi
Piutang Murabahah adalah sejumlah tagihan (piutang) atas transaksi jual beli barang dengan akad murabahah dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan (marjin) yang disepakati oleh penjual dan pembeli.

AKTIVA – Piutang Murabahah
.Perlakuan akuntansi atas piutang murabahah adalah sebagai berikut:
Pada saat akad piutang murabahah diakui sebesar biaya perolehan aktiva murabahah ditambah marjin yang disepakati.
Pada akhir periode laporan keuangan, piutang murabahah dinilai sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi, yaitu saldo piutang murabahah dikurangi penyisihan piutang diragukan.
Keuntungan murabahah diakui pada saat perolehannya.
Denda diakui sebagai dana kebajikan (infaq/ shadaqah) pada saat diterima.

AKTIVA – Pembiayaan Mudharabah
.Definisi
Pembiayaan Mudharabah adalah sejumlah dana yang disalurkan kepada mudharib (nasabah) berupa pembiayaan dengan akad mudharabah dengan nisbah bagi hasil menurut kesepakatan di muka.

AKTIVA – Pembiayaan Mudharabah
.Perlakuan akuntansi atas pembiayaan mudharabah adalah sebagai berikut:
Pembiayaan mudharabah dalam bentuk kas diakui pada pembayaran sebesar jumlah uang yang diberikan LKS kepada pengelola dana.
Pembiayaan mudharabah yang diberikan dalam bentuk aktiva non-kas dinilai sebesar nilai wajar aktiva non-kas. Selisih antara nilai wajar dan nilai buku aktiva non-kas diakui sebagai keuntungan atau kerugian pada saat penyerahan kepada pengelola dana.
Pembiayaan mudharabah yang diberikan secara bertahap diakui pada setiap tahap pembayaran.

Aktiva – Pembiayaan Mudharabah
.Biaya yang terjadi akibat akad mudharabah tidak dapat diakui sebagai bagian pembiayaan kecuali telah disepakati bersama.
Pembayaran kembali pembiayaan mudharabah oleh pengelola dana akan mengurangi pembiayaan mudharabah.
Apabila sebagain pembiayaan mudharabah hilang sebelum dimulainya pekerjaan karena adanya kerusakan atau sebab lainnya tanpa adanya kelalaian / kesalahan pihak pengelola dana, maka kerugian tersebut mengurangi pembiayaan mudharabah dan diakui sebagai kerugian LKS. Apabila kehilangan tersebut terjadi setelah dimulainya pekerjaan, hal itu tidak mempengaruhi penilaian pembiayaan mudharabah

Aktiva – Pembiayaan Mudharabah
.Apabila seluruh pembiayaan mudharabah hilang dan bukan disebabkan kelalaian atau kesalahan pengelola dana, maka pembiayaan mudharabah diakhiri dan kerugian yang timbul diakui sebagai beban LKS.
Apabila akad mudharabah diakhiri sebelum jatuh tempo dan saldo pembiayaan mudharabah tidak langsung dibayar oleh pengelola dana, maka pembiayaan mudharabah diakui sebagai piutang mudharabah jatuh tempo.
Pengakuan keuntungan/ laba pembiayaan mudharabah diakui pada periode terjadinya hak bagi hasil sesuai dengan nisbah yang disepakati.

Aktiva – Pembiayaan Mudharabah
.Pengakuan kerugian pembiayaan mudharabah diakui pada saat terjadinya kerugian tersebut dan mengurangi saldo pembiayaan mudharabah.
Kerugian yang timbul akibat kelalaian atau kesalahan pengelola dana diakui sebagai piutang mudharabah jatuh tempo.
Bagian laba LKS yang tidak dibayarkan oleh pengelola dana pada saat mudharabah selesai atau dihentikan sebelum masanya berakhir diakui sebagai piutang jatuh tempo kepada pengelola dana.

AKTIVA – Pembiayaan Musyarakah
.Definisi
Pembiayaan Musyarakah adalah akad kerjasama yang terjadi diantara para pemilik modal (mitra musyarakah) untuk menggabungkan modal dan melakukan usaha secara bersama dalam suatu kemitraan, dengan nisbah pembagian hasil sesuai dengan kesepakatan, sedangkan kerugian ditanggung secara proporsional sesuai dengan kontribusi modal.

AKTIVA – Pembiayaan Musyarakah
.Definisi
Pembiayaan Musyarakah adalah akad kerjasama yang terjadi diantara para pemilik modal (mitra musyarakah) untuk menggabungkan modal dan melakukan usaha secara bersama dalam suatu kemitraan, dengan nisbah pembagian hasil sesuai dengan kesepakatan, sedangkan kerugian ditanggung secara proporsional sesuai dengan kontribusi modal.

Aktiva – Pembiayaan Musyarakah
Perlakuan akuntansi atas pembiayaan musyarakah adalah:
Pembiayaan musyarakah dalam bentuk kas diakui pada pembayaran sebesar jumlah uang yang dibayarkan.
Pembiayaan musyarakah yang diberikan dalam bentuk aktiva non-kas dinilai sebesar nilai wajar aktiva non-kas. Selisih antara nilai wajar dan nilai buku aktiva non-kas diakui sebagai keuntungan atau kerugian pada saat penyerahan kepada mitra.
Biaya yang terjadi akibat akad musyarakah tidak dapat diakui sebagai bagian pembiayaan kecuali telah disepakati bersama.
Pengakuan keuntungan/ pendapatan dan kerugian musyarakah diakui pada saat diterima.

Aktiva – Pembiayaan Musyarakah
.Pada saat akad pembiayaan musyarakah berakhir, keuntungan yang belum diterima LKS dari mitra musyarakah diakui sebagai piutang musyarakah jatuh tempo.
Apabila terjadi kerugian dalam musyarakah akibat kelalaian atau penyimpangan mitra musyarakah, mitra yang melakukakn kelalaian tersebut menanggung beban kerugian tersebut. Kerugian LKS yang diakibatkan kelalaian atau penyimpangan mitra tersebut diakui sebagai piutang musyarakah jatuh tempo.
Pada saat akad diakhiri, saldo pembiayaan musyarakah yang belum diterima diakui sebagai piutang musyarakah jatuh tempo.

Aktiva – Pembiayaan Musyarakah
Penyisihan kerugian pembiayaan dan piutang musyarakah harus dibentuk sesuai dengan ketentuan dan kebijkaan yang berlaku.
Pembiayaan musyarakah permanen dinilai sebesar nilai perolehan (jumlah kas yang dibayarkan atau nilai wajar aktiva pada saat akad) setelah dikurangi dengan kerugian yang telah diakui.
Pembiayaan musyarakah menurun disajikan sebesar harga perolehannya dikurangi bagian yang telah dialihkan kepada mitra musyarakah.

AKTIVA – Pinjaman Al Qardh
Definisi
Pinjaman Al Qardh adalah penyediaan dana atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara peminjam dan pihak yang meminjamkan yang mewajibkan peminjam melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu.

Aktiva – Pinjaman Al Qardh
.Perlakuan akuntansi atas pinjaman Al Qardh adalah :
Pinjaman Al Qardh diakui sebesar jumlah yang dipinjamkan pada saat terjadinya.
Pengenaan biaya administrasi diakui sebagai pendapatan operasi lainnya.
Penerimaan imbalan diakui sebagai pendapatan operasi lainnya sebesar jumlah yang diterima.
Pinjaman Al Qardh yang bersumber dari internal LKS, disajikan dalam neraca pada pos Pinjaman Al Qardh, sedangkan yang bersumber dari eksternal disajikan dalam laporan sumber dan penggunaan dana qardhul hasan.

Aktiva – Pinjaman Al Qardh
.Hal-hal yang harus diungkapkan, antara lain :
Rincian jumlah pinjaman qardh berdasarkan sumber dana, jenis penggunaan dan sektor ekonomi;
Kebijakan manajemen dalam pelaksanaan pengemdalian resiko pinjaman qardh; dan
Ikhtisar pinjaman qardh yang dihapus buku yang menunjukkan saldo awal, penghapusan selama tahun berjalan, penerimaan atas pinjaman qardh yang telah dihapusbukukan dan pinjaman qardh yang telah dihapustagih dan saldo akhir pinjaman qardh yang dihapusbuku.

AKTIVA – Pembiayaan Ijarah
.Definisi
Ijarah adalah akad sewa-menyewa antara muajjir (pemilik objek sewa) dan musta’jir (penyewa) untuk mendapatkan imbalan atas objek yang disewakannya.

Ijarah muntahiyyah bittamlik adalah perjanjian sewa suatu barang antara muajjir dan musta’jir yang diakhiri dengan perpindahan hak milik obyek sewa.

Aktiva – Pembiayaan Ijarah
.Perlakuan akuntansi terhadap pembiayaan Ijarah :
Aktiva yang dijadikan sebagai obyek ijarah diakui sebesar harga perolehannya.
Obyek ijarah disusutkan sesuai kebijakan penyusutan aktiva sejenis, sedangkan obyek ijarah dalam ijarah muntahiyyah bittamlik disusutkan sesuai masa sewa.
Biaya perbaikan obyek ijarah yang sifatnya tidak rutin diakui pada saat terjadinya.
Jika penyewa melakukan perbaikan rutin atas obyek ijarah dengan persetujuan pemilik obyek ijarah maka biaya tersebut dibebankan oleh pemilik obyek ijarah dan diakui sebagai beban pada periode terjadinya perbaikan tersebut.

Investasi Terikat
.Definisi
Mudharabah muqayyadah adalah akad mudharabah dimana shahibul mal memberikan batasan kepada mudharib mengenai tempat, cara dan obyek investasi.

Investasi terikat dapat dilakukan dalam dua pola yaitu :
Chanelling, LKS bertindak sebagai agen dalam menyalurkan dana investasi terikat dan tidak menanggung resiko.
Executing, LKS bertindak sebagai agen dalam menyalurkan dana investasi terikat tetapi menanggung resiko atas penyaluran dana tersebut.

Investasi Terikat – Mudharabah Muqayyadah
.Perlakuan akuntansi atas Investasi Terikat adalah :
Pengakuan, pengukuran dan penyajian sesuai dengan prinsip-prinsip penyaluran dana yang ada dan mengikuti ketentuan masing-masing penyaluran dana tersebut.
Pada pola chanelling pelaporannya tidak dilakukan dalam neraca tetapi dalam laporan perubahan dana investasi terikat, sedangkan dana yang diterima dan belum disalurkan diakui sebagai titipan.
Perincian jumlah penyaluran dana investasi terikat (executing) berdasarkan jenis penyaluran dana (mudharabah, musyarakah, murabahah, qardh dan lainnya), bentuk penyaluran dana kas/non-kas, jenis penggunaan, sektor ekonomi, jangka waktu, kualitas pembiayaan dan tingkat bagi hasil/ marjin rata-rata.

Investasi Terikat – Mudharabah Muqayyadah
.Jumlah penyaluran dana investasi terikat (executing) yang telah direstrukturisasi dan informasi lain tentang penyaluran dana investasi terikat (executing) yang direstrukturisasi selama periode berjalan.
Ikhtisar penyaluran dana investasi terikat (executing) yang dihapus buku yang menunjukkan saldo awal, penghapusan selama tahun berjalan, penerimaan atas penyaluran dana investasi terikat (executing) yang telah dihapusbukukan dan penyaluran dana investasi terikat (executing) yang telah dihapustagih serta saldo akhir penyaluran dana investasi terikat (executing) yang dihapus buku.
Pada pola executing pelaporannya dilakukan dalam neraca sebesar porsi resiko yang ditanggung oleh LKS.

PPAP
.Definisi
Aktiva produktif adalah penanaman dana LKS dalam bentuk pembiayaan, piutang, ijarah, qardh, surat berharga syariah, penempatan, penyertaan, komitmen, dan kontinjensi pada transaksi rekening administratif.

Penyisihan kerugian aktiva produktif adalah penyisihan yang harus dibentuk untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul sehubungan dengan penanaman dana ke dalam aktiva produktif.

Write-Off (Hapus Buku)
.Definisi
Penghapusbukuan aktiva produktif (hapus buku) adalah tindakan administratif LKS untuk menghapus buku aktiva produktif yang tergolong macet dari neraca sebesar kewajiban nasabah tanpa menghapus hak tagih LKS kepada nasabah, dalam hal ini:
Pembeli pada transaksi murabahah
Mudharib pada transaksi mudharabah
Mitra pada transaksi musyarakah
Penyewa pada transaksi ijarah
Peminjam pada transaksi Al Qardh

Penghapusan hak tagih (hapus tagih) adalah tindakan lembaga keuangan menghapus semua kewajiban nasabah yang tidak dapat diselesaikan.

PPAP
.Tujuan
Kebijakan akuntansi penyisihan penghapusan aktiva produktif adalah untuk merumuskan perlakuan akuntansi untuk penyisihan penghapusan aktiva produktif.
Perlakuan akuntansi atas PPAP adalah :
LKS wajib membentuk penyisihan kerugian aktiva produktif (PPAP) sesuai dengan ketentuan dan kebijakan yang berlaku.
Pembentukan penyisihan dapat dilakukan setiap saat, bulanan dan atau pada setiap tanggal laporan keuangan interim dan tahunan.
Besarnya penyisihan kerugian aktiva ditentukan berdasarkan prosentase tertentu sesuai ketentuan dan kebijakan yang berlaku.

Persediaan
.Definisi
Persediaan adalah aktiva dalam bentuk bahan atau perlengkapan (supplies) untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa.

Tujuan
Kebijakan akuntansi persediaan adalah untuk merumuskan perlakuan akuntansi untuk persediaan menurut sistem biaya historis.

Persediaan
.Perlakuan Akuntansi persediaan adalah sebagai berikut:
Persediaan diakui pada saat perolehan sebesar biaya perolehan.
Potongan pembelian dari vendor diakui sebagai pengurang biaya perolehan persediaan.
Biaya persediaan harus meliputi semua biaya pembelian, biaya konversi dan biaya lain yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan siap untuk dipergunakan.
Biaya persediaan harus dihitung dengan menggunakan rumus fist in first out (FIFO).
Pada akhir periode laporan keuangan, persediaan diukur sebesar berdasarkan biaya atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah (the lower of cost and net realizable value).
Persediaan disajikan sebagai aktiva persediaan.

Aktiva Tetap
.Definisi
Aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu, yang digunakan dalam operasional perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dengan masa manfaat lebih dari 1 tahun.
Penyusutan adalah alokasi sistematik jumlah yang dapat disusutkan dari suatu aktiva sepanjang masa manfaat.
Aktiva Tetap
.Definisi
Jumlah yang dapat disusutkan (depreciable amount) adalah biaya perolehan suatu aktiva atau jumlah lain yang disubstitusikan untuk biaya perolehan dalam laporan keuangan dikurangi nilai sisanya.
Masa manfaat adalah periode suatu aktiva tetap diharapkan digunakan oleh perusahaan.
Biaya perolehan adalah jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan atau nilai wajar imbalan lain yang diberikan untuk memperoleh suatu aktiva tetap pada saat perolehan.

Aktiva Tetap
.Tujuan
Kebijakan akuntansi aktiva tetap adalah untuk merumuskan perlakuan akuntansi untuk saat (timing) pengakuan aktiva, penentuan jumlah tercatat, dan pembebanan penyusutan, serta penentuan dan perlakuan akuntansi atas penurunan nilai tercatat (carrying value).

Aktiva Tetap
.Penyusutan
Metode penyusutan yang dipergunakan adalah berdasarkan waktu dengan metode garis lurus (straight-line method).

Metode penyusutan yang dipergunakan harus dipergunakan secara konsisten dari periode ke periode kecuali perubahan keadaan yang memberi alasan atau dasar suatu perubahan metode.

Masa manfaat dari suatu aktiva yang dapat disusutkan harus diestimasi dengan mempertimbangkan faktor taksiran aus, kerusakan fisik dan keusangan.

Aktiva Tetap
.Perlakuan Akuntansi aktiva tetap adalah sebagai berikut:
Pada awal perolehan aktiva tetap diakui berdasarkan biaya perolehan.
Biaya perolehan aktiva tetap terdiri dari harga belinya, termasuk biaya impor dan PPN Masukan tak boleh restitusi dan setiap biaya yang dapat didistribusikan secara langsung dalam membawa aktiva tersebut ke kondisi yang membuat aktiva dapat bekerja untuk penggunaan yang dimaksudkan (contoh biaya pengiriman, biaya pemasangan dan lain-lain), setiap potongan dagang dan rabat dikurangkan dari harga perolehan.

Aktiva Tetap
.Aktiva tetap yang diperoleh dari sumbangan diakui sebesar harga taksiran atau harga pasar yang layak dengan mengkreditkan akun modal yang berasal dari sumbangan pada kelompok ekuitas.
Penurunan nilai kegunaan aktiva tersebut dilaporkan sebagai kerugian.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan aktiva diakui sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan keuangan.
Penyusutan (depresiasi) untuk setiap periode diakui sebagai beban untuk periode yang bersangkutan.
Aktiva tetap disajikan berdasarkan nilai perolehan aktiva tersebut dikurangi akumulasi penyusutan.

Investasi Tidak Terikat
.Definisi
Kewajiban dana investasi tidak terikat adalah investasi dari anggota dan calon anggota pada lembaga keuangan berupa tabungan dan simpanan berjangka dengan prinsip mudharabah al mutlaqah.

Investasi Tidak Terikat
.Perlakuan Akuntansi investasi tidak terikat adalah :
Simpanan mudharabah al mutlaqah diakui sebesar nominal penyetoran atau penarikan yang dilakukan oleh pemilik dana.
Setoran simpanan mudharabah al mutlaqah yang diterima secara tunai diakui pada saat uang diterima.
Setoran simpanan mudharabah al mutlaqah melalui kliring diakui setelah dana efektif diterima.
Pemberian bagi hasil atas simpanan kepada nasabah diakui sebagai beban pada saat terjadinya.
Saldo tabungan dan simpanan berjangka mudharabah disajikan sebesar jumlah nominalnya untuk masing-masing jenis tabungan dan simpanan berjangka.

Investasi Terikat
.Definisi
Kewajiban dana investasi terikat adalah dana investasi anggota dan calon anggota dengan prinsip mudharabah muqayyadah dimana pemilik dana (mudharib) memberikan batasan kepada lembaga keuangan mengenai tempat, cara dan objek investasi yang akan dibiayai.

Penyaluran dana investasi terikat dapat dilakukan dengan pola executing maupun channelling. Dalam pola executing, lembaga keuangan menanggung resiko atas penyaluran dana investasi terikat. Dalam pola chanelling, lembaga keuangan tidak menanggung resik atas penyaluran dana investasi terikat.

Investasi Terikat
.Ketentuan Perlakuan Akuntansi dana investasi terikat adalah sebagai berikut:
Dalam pola executing, pelaporan dilakukan dalam neraca sebesar porsi yang ditanggung oleh lembaga keuangan.
Dalam pola channelling, pelaporan dicatat dalam neraca sebesar jumlah yang diterima.
Dana investasi terikat dengan pola executing disajikan dalam laporan perubahan investasi terikat dalam neraca.
Dana investasi terikat dengan pola chanelling disajikan dalam laporan perubahan investasi terikat dalam catatan atas laporan keuangan.

Ekuitas – Simpanan Anggota
.Definisi
Simpanan Pokok adalah sejumlah uang yang sama banyaknya dan atau sama nilainya yang wajib dibayarkan oleh anggota kepada koperasi pada saat masuk menjadi anggota.
Simpanan Wajib adalah sejumlah simpanan tertentu yang nilainya sama yang wajib dibayar oleh anggota kepada koperasi secara rutin.
Simpanan Sukarela adalah sejumlah simpanan tertentu yang tidak harus sama yang dibayarkan kepada koperasi secara sukarela dari anggota koperasi.
Simpanan Khusus adalah sejumlah simpanan tertentu yang jumlahnya material dan dibayarkan para anggota luar biasa kepada koperasi.
Simpanan Pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela dan simpanan khusus tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan menjadi anggota.

Ekuitas – Simpanan Anggota
.Perlakuan Akuntansi simpanan anggota dengan ketentuan sebagai berikut :
Pembayaran simpanan pokok dapat dilakukan sekaligus atau dengan cara diangsur yang jumlah dan lamanya ditetapkan dalam Anggaran Dasar.
Jumlah simpanan pokok yang belum diterima dari anggota disajikan sebagai piutang simpanan anggota.
Pembayaran simpanan wajib dilakukan setiap bulan atau dibayarkan sekaligus untuk beberapa bulan yang jumlahnya ditetapkan dalam Anggaran Dasar.
Penyajian simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela dan simpanan khusus di neraca disajikan dengan nilai nominalnya.

Ekuitas – Sisa Hasil Usaha
.Definisi
Sisa Hasil Usaha adalah gabungan dari hasil partisipasi netto dan laba atau rugi kotor dengan non anggota, ditambah atau dikurangi dengan pendapatan dan beban lain serta beban perkoperasian dan pajak penghasilan badan koperasi.

Ekuitas – Sisa Hasil Usaha
.Perlakuan akuntansi Sisa Hasil Usaha adalah :
Sisa Hasil Usaha tahun berjalan dibagi sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada koperasi. Penggunaan Sisa Hasil Usaha yang dibagikan tersebut adalah untuk anggota, dana pendidikan, dan untuk koperasi sendiri.
Pembagian Sisa Hasil Usaha harus dilakukan pada akhir periode pembukuan.
Pembagian Sisa Hasil Usaha kepada anggota dapat diberikan secara tunai dengan melakukan kredit ke rekening tabungan anggota atau ditahan sebagai simpanan sukarela.
Jumlah yang dialokasikan selain untuk koperasi diakui sebagai kewajiban.

Ekuitas – Sisa Hasil Usaha
.Perlakuan akuntansi Sisa Hasil Usaha adalah :
Sisa Hasil Usaha tahun berjalan dibagi sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada koperasi. Penggunaan Sisa Hasil Usaha yang dibagikan tersebut adalah untuk anggota, dana pendidikan, dan untuk koperasi sendiri.
Pembagian Sisa Hasil Usaha harus dilakukan pada akhir periode pembukuan.
Pembagian Sisa Hasil Usaha kepada anggota dapat diberikan secara tunai dengan melakukan kredit ke rekening tabungan anggota atau ditahan sebagai simpanan sukarela.
Jumlah yang dialokasikan selain untuk koperasi diakui sebagai kewajiban.

Ekuitas – Sisa Hasil Usaha
.Jika jenis dan jumlah pembagiannya belum diatur secara jelas, maka Sisa Hasil Usaha tersebut dicatat sebagai Sisa Hasil Usaha belum dibagi dan harus dijelaskan dalam catatan atas laporan keuangan.
Cadangan yang dibentuk dari Sisa Hasil Usaha dicatat dalam akun Cadangan. Tujuan penggunaan cadangan tersebut harus dijelaskan dalam catatan atas laporan keuangan.

http://berkahmadaniconsultant.com/index.php?option=com_content&view=article&id=21:sop-akuntansi-pada-lkms&catid=10:artikel&Itemid=33

Software BMT Free Download…!

Bersyukur

Pada suatu hari Nasrudin dihadapkan kepada Pengadilan. Hakimnya terkenal sangat korup.  Sang hakim bertanya kepada Nasrudin. ‘Nasrudin, kamu pilih mana jadi orang kaya atau orang bijak?

Nasrudin menjawab, ‘Saya memilih menjadi orang kaya Pak Hakim.’

‘Sayang Nasrudin, orang yang terkenal arif dan bijak seperti dirimu salah memilih jalan hidup, jika saya boleh memilih, saya akan memilih menjadi orang bijak.’ kata sang hakim.

‘Hal itu sangat wajar Pak Hakim, jika orang selalu menginginkan apa yang tidak dimilikinya. ‘ jawab Nasrudin.

Begitulah kita, selalu melihat diluar sana nampak indah. Pada kenyataannya tidak seindah yang kita bayangkan. Perhatikan hutan yang terlihat hijau indah nan permai.  Begitu kita mendekat, penuh duri dan ilalang liar. Demikian juga bunga mawar milik tetangga yang selalu merah nan indah, begitu dilihat dari dekati, ternyata banyak durinya. Memangnya mau tertusuk duri?

Itulah sebabnya apa yang telah ada akan terasa nikmat dan penuh barokah dalam hidup bila kita senantiasa mensyukurinya. Apapun yang belum menjadi milik kita, belum tentu lebih baik daripada apa yang telah menjadi milik kita dihari ini.

Mari kita syukuri apa yang telah ada dalam hidup kita..

Wassalam,
agussyafii

Hanya Kerana sebutir kurma

Selesai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke mesjidil Aqsa.

Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat mesjidil Haram.

Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan.Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya.

Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa. 4 Bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa.
Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan dibawah kubah Sakhra.
Ia shalat dan berdoa khusuk sekali. Tiba tiba ia mendengar percakapan dua Malaikat tentang dirinya. “Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT,” kata malaikat yang satu.

“Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena 4 bulan yg lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram,” jawab malaikat yang satu lagi..

Ibrahim bin adham terkejut sekali, ia terhenyak, jadi selama 4 bulan ini ibadahnya, shalatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya.

“Astaghfirullahal adzhim” Ibrahim beristighfar.

Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma. Untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya. Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua itu melainkan seorang anak muda. “4 bulan yang lalu saya membeli kurma disini dari seorang pedagang tua. kemana ia sekarang ?” tanya Ibrahim.

“Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang kurma” jawab anak muda itu.

“Innalillahi wa innailaihi roji’un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan ?”. Lantas ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya, anak muda itu mendengarkan penuh minat.

“Nah, begitulah” kata ibrahim setelah bercerita, “Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur ku makan tanpa izinnya?”.

“Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani mengatas nama kan mereka karena mereka
mempunyai hak waris sama dengan saya.” “Dimana alamat saudara-saudaramu ? biar saya temui mereka satu persatu.” Setelah menerima alamat, ibrahim bin adham pergi menemui. Biar berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka
yang termakan oleh ibrahim.

4 bulan kemudian, Ibrahim bin adham sudah berada dibawah kubah Sakhra.
Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap cakap. “Itulah ibrahim bin adham yang doanya tertolak gara gara makan sebutir kurma milik orang lain.” “O, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu.. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas.”

Pada hadits yang lain beliau bersabda; ‘Siapa yang merampas hak orang Islam dengan sumpahnya, maka Allah mewajibkan dia masuk neraka dan mengharamkannya masuk surga. Seorang laki-laki bertanya, walaupun sedikit ya Rasulullah? Nabi menjawab, walaupun sebatang kayu sugi.’ (Riwayat Muslim).

“Amier Selamat” <ust_siber@yahoo.com>

Nasihat Bagi Keluarga Muslim di Bulan Ramadhan

Alhamdulillah, segala puji dan sanjungan hanya milik Allah semata. Saat ini umat Islam tengah beroleh nikmat yang agung dari-Nya, yaitu bersua kembali dengan bulan Ramadhan yang telah meninggalkannya setahun yang lewat. Alhamdulillah, tak henti-henti bibir ini memuji-Nya, memohon bimbingan dan petunjuk-Nya hingga diri ini tegak, sabar, dan berhasil memetik maghfirah, barakah, dan seluruh nikmat yang Allah Subhanahu wa Ta’ala sediakan bagi hamba-Nya.

Menyambut Bulan Ramadhan
Umat Islam terbagi menjadi dua golongan dalam menyambut kedatangan Ramadhan :

1. Mereka yang menyambut dengan suka cita
Tak lain mereka adalah hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala yang faham dengan pemahaman yang bersih tentang syariat Allah, sehingga tatkala Ramadhan menjelang tibalah saat baginya untuk menaburkan benih amalan sebanyak-banyaknya dengan harapan kelak di akhirat ia akan menuai hasil yang berlipat. Hanya orang Mukmin saja yang mampu bersikap demikian. Mereka yakin apa yang dijanjikan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Al Qur’an dan apa yang dinyatakan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dalam hadits-haditsnya tentang keutamaan bulan Ramadhan. Keyakinan yang kokoh inilah yang memacu semangat mereka berlomba dengan saudaranya untuk mempersembahkan amal shalih sebanyak-banyaknya kepada Rabb-nya. Kaum Mukminin juga paham bahwa kelezatan dunia bersifat sementara, sehingga tatkala mereka harus berpisah dengannya, tidak menjadi murung dan bersedih serta malas-malasan dan putus asa. Mereka tahu bahwa kelezatan di akhirat adalah abadi dan hakiki.

2. Mereka yang menyambut Ramadhan dengan berat hati
Mereka adalah hamba dunia dan budak hawa nafsu. Mereka adalah manusia yang ragu akan kabar gembira dan ancaman dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka terpedaya dengan bisikan syaithan dan rayuan syahwat. Naudzubillahi min dzalik. Keadaan tersebut akan menjadikannya malas dan loyo beribadah. Puasa hanya berarti tidak makan, minum, dan jima’ semata, tanpa memperhatikan aspek-aspek lainnya, berangkat shalat tarawih karena terpaksa dan malu kepada tetangga dan mereka melakukan perbuatan sia-sia lainnya.

Ingatlah wahai saudaraku!
Hidupmu di dunia hanya sementara, hidup yang abadi adalah di akhirat kelak. Jika engkau malas melakukan ketaatan, maka bekal apa yang engkau bawa menuju rumahmu yang abadi’ Jika engkau berat hati dan terpaksa melakukan kebajikan, maka amal apa yang mampu menyelamatkan kamu dari siksa neraka’ Pikirkanlah dengan hati lapang dan renungkan dengan hati yang jernih! Semoga Allah memberimu petunjuk.

Nasehat Bagi Keluarga Muslim Di Bulan Ramadhan
Masyarakat Islam terdiri dari kumpulan keluarga-keluarga Muslim. Maka untuk mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat yang Islami harus dimulai dari pembentukan keluarga yang Islami, yaitu keluarga yang tegak di atas syariat Islam. Terwujudnya keluarga yang tegak di atas Islam memerlukan proses yang membutuhkan keuletan, keistiqamahan, dan kesabaran dari semua pihak, baik dari ayahnya, ibunya, dan anak-anaknya. Bulan Ramadhan merupakan saat yang tepat untuk merintis dan memulai proses menuju keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. Karena pada bulan ini musuh bebuyutan manusia (yakni syaithan) dipersempit geraknya, dibelenggu oleh Allah Ta’ala :
“Jika datang bulan Ramadhan, maka dibuka pintu-pintu Surga dan ditutup pintu-pintu Neraka, dan syaithan-syaithan dibelenggu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tarbiyah Ilmiyah
Ingatlah wahai para orang tua akan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
[6] Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan- Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. [QS At Tahriim: 6]

Ayat ini merupakan landasan untuk mengajari dan mendidik anggota keluarga, menyuruh mereka kepada ketaatan, dan amar ma’ruf nahi munkar. Kepala rumah tangga (ayah atau suami) mempunyai kewajiban untuk mendidik dan membimbing istri dan anak-anaknya menuju pemahaman Islam yang benar. Kepala rumah tangga harus dapat mencambuk semangat keluarganya bila didapatinya mereka malas dalam melakukan ibadah ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Janganlah seorang kepala rumah tangga membiarkan dirinya menjadi dayyuts, laki-laki banci yang tidak berani menegur anak istri ketika terjatuh dalam lumpur maksiat. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah bersabda :

“Tiga golongan manusia, tidak akan masuk Surga dan tidak akan dilihat Allah pada hari kiamat yaitu anak yang durhaka kepada orang tuanya, wanita yang berlagak seperti laki-laki dan menyerupainya, dan dayyuts.” (HR. Al Hakim, ia berkata sanadnya shahih dan disepakati oleh Adz Dzahabi. Dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani, lihat Hijab Al Mar’ah Al Muslimah halaman 67)

Wahai saudaraku!
Hendaklah engkau pandai-pandai dalam memilih waktu untuk memberikan pendidikan kepada keluargamu. Dalam bulan Ramadhan ini pendidikan bisa dilakukan setelah makan sahur atau buka puasa atau waktu-waktu yang lain. Yang paling awal yang harus kau ajarkan kepada keluargamu adalah :

1. Ma’rifatullah (pengenalan yang benar terhadap Allah) mulai dari tauhid Rububiyah, tauhid Uluhiyah, sampai tauhid Asma’ wa Shifat.
2. Ma’rifah Ar Rasul (pengenalan terhadap Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam) yaitu meliputi seluruh aspek yang diteladankan oleh beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam (tidak hanya tahu hari dan tanggal lahirnya, nama ayah dan ibunya, serta kelahirannya semata).
3. Ma’rifah Ad Din Al Islam (pengenalan terhadap agama Islam) beserta dalil-dalilnya.
Ketiga perkara tersebut merupakan tonggak yang akan menopang tegaknya pendirian kaum Muslimin di tengah-tengah derasnya arus syubhat dan syahwat.

Tarbiyah Amaliyah
Ada beberapa amalan shalih yang menjanjikan pahala besar di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala pada bulan Ramadhan diantaranya :

a. Puasa Ramadhan
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

[183] Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, [QS Al Baqoroh: 183]
Hendaklah para orang tua memberi pengertian kepada anak-anaknya bahwa puasa di bulan Ramadhan adalah wajib dan berdosa bagi siapa saja yang meninggalkannya tanpa udzur syar’i. Untuk itu hendaklah meniatkan puasanya hanya semata-mata mengharap wajah Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :

“Barangsiapa puasa Ramadhan dengan iman dan benar-benar mengharapkan pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Wahai saudaraku!
Ada beberapa hal yang dapat engkau biasakan guna mendapatkan keutamaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala sekaligus sebagai upaya melatih keluargamu di bulan Ramadhan ini :
– Mendahulukan berbuka
Imam Nawawi rahimahullah dalam kitabnya Riyadlus Shalihin membawakan beberapa hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang mengisyaratkan disunnahkannya mendahulukan berbuka puasa, diantaranya :

“Selalu manusia itu berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sebelum berbuka ingatkanlah keluargamu untuk berdoa sebagaimana yang dicontohkan teladan kita Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :
[Dzahabadh Dhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insya Allah ]
“Telah hilang dahaga dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap, Insya Allah.” (HR. Abu Dawud, lihat Hisnul Muslim nomor 168, Shahihul Jami’ 4/209)

Tegurlah mereka jika terlalu kenyang, karena mereka belum menegakkan shalat Maghrib, kekenyangan dalam makan akan mengganggu kekhusyu’an dalam shalat.
– Mengakhirkan sahur
Terjadi pada sebagian keluarga Muslim kebiasaan-kebiasaan yang berkenaan dengan makan sahur ini. Sebagian mereka tidak melakukannya dengan sengaja, sebagian lagi dikarenakan rasa malas bangun pada akhir malam, maka mereka makan sahur sebelum pergi tidur atau di tengah malam. Dua kebiasaan tersebut menyelisihi tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, maka menjadi tanggung jawabmu wahai para kepala keluarga untuk mengingatkan keluargamu dan membiasakannya dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Perhatikan sabda beliau berikut ini sebagai hujjah bagimu untuk membimbing keluargamu.
“Perbedaan antara puasa kami dan puasa ahli kitab yaitu makan sahur.” (HR. Muslim 1096)
“Bersahurlah kalian, karena dalam sahur itu terdapat barakah.” (HR. Muslim 1095)
Dua hadits di atas sebagai bantahan atas mereka yang meninggalkannya, sedang sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang diriwayatkan dari Anas radhiallahu ‘anhu berkenaan dengan sunnahnya mengakhirkan sahur adalah :
“Kami sahur bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, kemudian kami bangkit untuk shalat. Aku katakan kepadanya : Berapa lama antara keduanya” Ia menjawab : (Kira-kira orang membaca) lima puluh ayat.” (HR. Muslim 1097)
– Tidak boros dalam makan dan minum
Berlebih-lebIhan adalah perkara yang mendatangkan kebencian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena itu hendaklah para ibu rumah tangga bersikap sederhana, meskipun di siang hari tidak ada anggaran belanja yang dikeluarkan, namun janganlah menyusun anggaran belanja yang membengkak di sore hari.

b.Qiyamul Lail (Shalat Tarawih)
Qiyamul lail merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang sangat berkesan dan membawa dampak positif bagi yang membiasakannya. Di bulan Ramadhan, shalat malam (yang kita kenal dengan shalat tarawih) merupakan amalan yang sangat dianjurkan, sampai kepada kita sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :

“Barangsiapa melakukan shalat malam pada bulan Ramadhan dengan iman dan mengharapkan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pesan seorang ayah (suami) sangat penting bagi anak dan istrinya untuk membiasakan amalan ini. Dimana ia harus menjadi teladan di tengah-tengah keluarganya.
Merupakan pemandangan yang sering kita lihat di bulan Ramadhan yaitu ayah, ibu, dan anak-anaknya berangkat bersama menuju masjid melakukan shalat.

Ada beberapa hal yang harus engkau perhatikan wahai para pembina keluarga!
1. Shalat tarawih hukumnya adalah Sunnah bukan wajib, maka janganlah berkeyakinan wajibnya shalat tarawih, sehingga tatkala kalian terluput darinya penyesalan kalian lebih dari bila kalian terluput dari shalat fardlu yang lima. Karena itu ajari dan pahamkanlah keluargamu tentang masalah ini, bahwa shalat lima waktu adalah wajib sedang shalat Tarawih adalah Sunnah.
2. Allah dan Rasul-Nya mensyariatkan afdhalnya shalat tarawih berjamaah bersama imam di masjid, maka bimbinglah keluargamu untuk tunduk kepada syariat.. Akan tetapi perlu diingatkan kepada para ibu dan remaja putri bahwa shalatnya di rumahnya lebih baik baginya daripada shalatnya di masjid kaumnya, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :
“Shalatmu di bilikmu lebih baik dari shalatmu di rumahmu, shalatmu di rumahmu lebih baik dari shalatmu di masjid kaummu dan shalatmu di masjid kaummu lebih baik dari shalatmu di masjidku (masjid Nabawi).” (HR. Ibnu Khuzaimah dan dihasankan oleh Asy Syaikh Al Albani)
Namun jika mereka ingin tetap shalat berjamaah di masjid, maka nasehatkan kepada mereka adab-adabnya, diantaranya :
– Keluar bersama mahramnya, demikian pula ketika kembali, maka haram bagi wanita keluar disertai laki-laki asing.
– Tidak tabaruj, berhias ala jahiliyah, menguraikan rambutnya dengan menenteng mukenanya, akan tetapi wajib baginya berbusana sesuai tuntunan Allah dan Rasul-Nya.
– Tidak memakai minyak wangi.
– Segera pulang setelah shalat selesai, tidak duduk-duduk dan ngobrol di dalam masjid, atau jalan-jalan dengan bergerombolan. Hal ini adalah terlarang karena akan menimbulkan fitnah. (Telah nyata justru para wanita sekarang ini keluar khusus untuk sholat Tarawih dgn dandanan yg memikat, wewangian yang menebar pesona, red)
3. Meskipun shalat malam ini hukumnya sunnah, namun tetaplah engkau memberikan semangat kepada istri dan anakmu untuk melakukannya, dikarenakan keutamaannya yang besar di sisi Allah.

“Seutama-utama shalat setelah shalat fardlu adalah shalat malam.” (HR. Muslim 1163)
4. Biasakanlah dirimu dan keluargamu untuk berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala baik di dalam shalat malam atau sesudahnya, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengabulkan doa dan permintaan hamba-Nya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :

“Rabb kami Yang Maha Agung dan Tinggi turun di setiap malam ke langit dunia, ketika malam tersisa sepertiga yang akhir. Kemudian Dia berfirman : `Barang siapa berdoa kepada-Ku pasti akan Ku-kabulkan, barangsiapa meminta kepada-Ku, pasti Aku akan memberinya, barangsiapa memohon ampunan-Ku pasti Aku akan mengampuninya. ” (HR. Bukhari nomor 7494 dan Muslim nomor 758)

c. Tilawatul Qur’an dan Dzikrullah
Amal shalih lainnya sebagai cahaya penerang di setiap rumah keluarga Muslim adalah membaca Al Qur’an dan berdzikir kepada Allah, dua perkara yang ringan di bibir tetapi amat berat timbangannya kelak pada Yaumul Mizan.
Berkaitan dengan membaca Al Qur’an ini, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :

“Bacalah Al Qur’an karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pembela bagi ahlinya.” (HR. Muslim nomor 804)

Kesempatan emas bagi kalian, wahai para ibu! Yaitu engkau ajarkan Kalamullah ini kepada anak-anakmu di sela-sela kesibukanmu, niscaya engkau akan menjadi manusia yang terbaik dengan ketekunan dan kesabaranmu membimbing anak-anakmu membaca dan menghapal ayat-ayat-Nya. Bergembiralah dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam berikut ini :
“Sebaik-baik kalian ialah yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya. ” (HR. Bukhari nomor 5027, Abu Dawud dalam Sunan-nya nomor 1452 dan Tirmidzi nomor 2909)

Selain engkau ajarkan Al Qur’an kepada anak-anakmu, maka tak kalah pentingnya adalah engkau biasakan lidah mereka selalu basah dengan dzikrullah untuk menepis kebiasaan-kebiasaan jelek yang beredar di sekitarmu. Ingatkan dan bacakan kepada mereka ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, diantaranya :
[35] Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta`atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu`, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. [QS Al Ahzaab: 35]

[10] Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. [QS Al Jumu’ah: 10]

Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang menjelaskan keutamaan dzikrullah. Adapun dari sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam diantaranya :
“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman : Aku bersama hamba-Ku selama dia mengingat Aku, dan kedua bibirnya bergerak (untuk berdzikir) kepada-Ku.” (HR. Ibnu Majah nomor 3792 dan dishahihkan Asy Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah nomor 3792)

“Tidaklah suatu kaum duduk untuk mengingat Allah Azza wa Jalla, melainkan mereka dinaungi oleh para malaikat dan diliputi oleh rahmat, diturunkan kepada mereka ketenangan dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan para malaikat-Nya. ” (HR. Muslim nomor 2700)

Cukuplah kiranya dua hadits ini sebagai landasan bagimu untuk tetap membasahi bibirmu dengan dzikrullah dan sebagai pemacu bagimu untuk tekun dan telaten membimbing anak-anakmu untuk senantiasa berdzikir kepada Allah.

d. Istighfar dan Taubat
Istighfar adalah memohon ampunan yakni penjagaan dari jeleknya dosa dan menutupinya (dari dosa-dosa tersebut).
Allah Azza wa Jalla memerintahkan hamba-hamba- Nya untuk istighfar sekaligus memuji hamba yang mau memohon ampunan kepada-Nya.
“Dan mintalah kalian ampunan kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al Muzammil : 20)
“Dan hendaklah kalian meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya.. ” (Hud : 3)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
“Wahai manusia bertaubatlah kepada Allah dan istighfarlah kepada-Nya, maka sungguh aku bertaubat seratus kali setiap hari.” (HR. Muslim nomor 2702)
Pintu taubat tetap terbuka hingga matahari terbit dari barat.
“Barangsiapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari barat maka Allah akan menerima taubatnya.” (HR. Muslim nomor 2703)

Sedang orang yang tidak mau taubat merekalah orang-orang yang dhalim.
“Dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang dhalim.” (Al Hujurat : 11)

e. Shadaqah
Jadikanlah bulan Ramadhan ini untuk memperbanyak shadaqah dan infaq fi sabilillah, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai hamba-Nya yang dermawan, murah hati, dan selalu terbuka tangannya untuk memberi. Namun hendaknya engkau perhatikan wahai kepala keluarga bahwa syarat diterimanya shadaqah adalah dari usaha yang halal!

“Sesungguhnya Allah itu Maha Bagus, Allah tidak akan menerima kecuali yang bagus (halal).” (HR. Muslim nomor 1015)
Maka hendaknya kalian mampu menahan diri dari usaha-usaha yang haram, niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menyelamatkan diri kalian dari jeleknya dosa. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :

“Dan shadaqah itu bisa memadamkan kesalahan (dosa) sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi nomor 2616, ia berkata hadits hasan shahih dan dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Tirmidzi nomor 2110)

f. Menyambut Lailatul Qadar
Diantara keutamaan bulan Ramadhan adalah adanya Lailatul Qadar.Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam juga menganjurkan kepada umatnya agar memperbanyak amal-amal kebaikan pada 10 hari terakhir dari bulan Ramadhan.
Aisyah Ummul Mukminin radhiallahu ‘anha mengabarkan :
“Adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, bila masuk malam-malam sepuluh yang terakhir dari bulan Ramadhan, (beliau) menghidupkan malam, membangunkan keluarganya dan mengencangkan ikat pinggangnya (yakni tidak menggauli istri-istrinya) .” (HR. Bukhari dan Muslim)

Wahai saudaraku! Semoga Allah merahmatimu. Itulah beberapa amal shalih yang hendaknya kita hidupkan di rumah-rumah kita, kita jadikan amalan tersebut sebagai aktifitas seluruh anggota keluarga kita, dan mudah-mudahan ini merupakan langkah awal yang mendapat keridlaan Allah untuk melangkah selanjutnya. Sebagai penutup risalah ini akan disebutkan beberapa hal sebagai peringatan bagi kita semua kaum Muslimin yang mendambakan ridla dan Surga Allah Subhanahu wa Ta’ala.
1. Jangan bermalas-malasan di bulan mulia ini, jangan memenuhi hari dengan tidur mendengkur sepanjang siang hingga shalat jamaah terlewatkan, membaca Al Qur’an terlupakan. Kalau ada yang berdalih dengan hadits :
“Orang yang berpuasa tetap di dalam ibadah meskipun dia tidur di atas tempat tidurnya.” (HR. Ad Dailami)

Ketahuilah! Bahwa hadits tersebut adalah dlaif bahkan maudlu’ (palsu) dikarenakan adanya rawi yang bernama Muhammad bin Ahmad bin Suhail. Dia adalah pemalsu hadits (lihat kitab Silsilah Ahadits Dlaif wal Maudlu’ah nomor 653).

2. Untuk para ibu atau remaja putri, dibolehkan mencicipi makanan untuk mengetahui asin atau manisnya, dengan syarat tidak menelannya meskipun hanya sedikit. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma :
“Tidak mengapa mencicipi cuka atau sesuatu selama tidak masuk ke kerongkongannya, sedang dia dalam keadaan puasa.” (HR. Ibnu Abi Syaibah 3/47 dan Baihaqi 4/261 dengan sanad hasan. Lihat Shifat Shaum Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam halaman 55, Syaikh Ali Hasan)
3. Bagi para suami, boleh mencium istrinya dan bersenang-senang dengannya dengan syarat kuat menahan syahwatnya (tidak sampai bersetubuh dengan istrinya). Berkata Aisyah radhiallahu ‘anha :
“Adakalanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mencium dan bersenang-senang dengan istrinya sedang beliau berpuasa, dan beliau sangat kuat menahan syahwatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Al Lu’lu wal Marjan nomor 676)
Jika engkau dapat berbuat seperti Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam maka lakukanlah, namun jika engkau termasuk laki-laki yang mudah bangkit syahwatnya maka tinggalkanlah perbuatan tersebut untuk sementara, dan bisa kau lakukan di malam harinya. Hati-hatilah dari perkara ini, karena jika engkau terpeleset sungguh besar akibatnya yaitu wajib bagimu membayar kafarah yang telah ditetapkan oleh syariat dan wajib mengqadla’ puasa.
4. Kuperingatkan bagimu wahai para orang tua, yaitu awasi kegiatan anak-anakmu di bulan Ramadhan. Jika mereka melakukan perbuatan sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian dari muda-mudi Islam saat ini, seperti berjalan-jalan selepas shalat Shubuh, atau ngobrol di masjid dengan lawan jenisnya secara berkelompok- kelompok atau bahkan hanya berdua atau kebiasaan-kebiasaan lainnya yang melanggar syariat, maka wajib bagimu untuk menegurnya, memperingatkannya, dan mengancamnya dengan ancaman adzab yang dahsyat di sisi Rabb-nya. Berilah mereka kesibukan-kesibukan yang mendidiknya, seperti menghapal ayat-ayat Al Qur’an atau hadits-hadits Nabi atau perbuatan khair lainnya yang akan mendatangkan manfaat dan menolak madlarat. Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa menolongmu dan kita semua menuju ketaatan kepada-Nya.

Mudah-mudahan tulisan ini menjadi amal shalih yang ikhlas hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala semata dan mendatangkan manfaat bagi kita semuanya. Amin Ya Mujibas Sailin.
Wallahu A’lam Bis Shawab.

(Dikutip dari Majalah SALAFY bagian MUSLIMAH Edisi XXIII/ Ramadhan/ 1418 H/ 1998 M Rubrik Keluarga Sakinah, judul asli Bulan Ramadhan Bulan Ibadah)

Sumber:www.salafy. or.id

Amal Shalih Satu Menit

Coba Anda pikir-pikir, sesungguhnya banyak sekali jalan untuk mengerjakan amal kebajikan tanpa memerlukan usaha yang berat. Amal kebajikan itu dapat Anda kerjakan saat berjalan dengan kedua kaki Anda, mengendarai kendaraan, sedang berdiri atau duduk.

Dalam waktu satu menit, sebenarnya Anda dapat membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 15 kali. Rasulullah bersabda, “Demi Dzat yang menguasai diriku, sesungguhnya nilai surat Al-Ikhlas serupa dengan sepertiga Al-Qur’an.” (HR. Bukhari)

Dalam waktu satu menit, Anda bisa membaca surat Fatihah sebanyak lima kali. Rasulullah pernah berkata kepada Ibnu Ma’ali, “Aku hendak mengajarimu sebuah surat yang nilainya lebih utama di antara surat-surat yang ada dalam Al-Qur’an.” Kemudian beliau melanjutkan, “(Yaitu) bacalah ‘alhamdulillahi rabbi alamîn’, yaitu surat Al-Fatihah, dan Al-Qur’an yang diturunkan kepadaku.” (HR.Bukhari)

Dalam waktu satu menit, Anda bisa membaca kalimat “subhanallah wa bihamdihi, subhanallah al-azhîm” sebanyak 50 kali. Rasulullah pernah bersabda, “Dua kalimat yang ringan di lisan dan berat di timbangan, dan dua-duanya disenangi oleh Allah, yaitu kalimat ‘subhanallah wa bihamdihi, subhanallah al-azhîm’.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam waktu satu menit, Anda bisa membaca kalimat “subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimâtihi” sebanyak 10 kali.

Dalam waktu satu menit, Anda bisa membaca shalawat atas Nabi sebanyak 20 kali, di mana bacaan itu sama halnya Anda membaca shalawat atas Nabi sebanyak 200 kali.

Dalam waktu satu menit, Anda bisa memohon ampunan kepada Allah lebih dari 70 kali.

Memohon ampun kepada Allah dapat menyebabkan terhapusnya dosa, masuk surga, menghilangkan malapetaka, memudahkan segala urusan, mendapat karunia baik berupa harta maupun anak-anak.

Dalam waktu satu menit, Anda bisa membaca kalimat “lâ ilâha illa Allah wahdahu la syarîkalah lahu al-mulk wa lahu al-hamd wa huwa ala kulli syai qadir” sebanyak 20 kali. Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang membaca kalimat ‘lâ ilâh illa Allah wahdahu la syarîkalah lahu al-mulk wa lahu al-hamd wa huwa ala kulli syai qadir’ sebanyak 10 kali, maka dia seperti seseorang yang telah memerdekakan empat jiwa dari seorang anak seperti Nabi Ismail.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam waktu satu menit, Anda bisa membaca kalimat “la haula wa la quwata illa billahi” sebanyak 40 kali. Diriwayatkan dari Abu Musa, bahwa Rasulullah pernah bersabda kepadanya,
“Tidakkah kamu ingin aku beritahukan tentang harta simpanan di antara harta simpanan yang terdapat di surga?” Abu Musa menjawab, “Baiklah, wahai Rasulullah.” Kemudian Rasulullah bersabda, “Bacalah kalimat ‘la haula wa la quwwata illa billahi’.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam waktu satu menit, Anda bisa membaca kalimat “subhanallah wa bihamdihi” sebanyak 100 kali. Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang membaca kalimat ‘subhanallah wa bihamdihi’ sebanyak 100 kali dalam sehari, maka dosa-dosanya akan dilebur, walaupun dosa-dosanya seperti buih air laut.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadi, dalam waktu satu menit pula, sebenarnya Anda bisa mencegah kemungkaran dengan hikmah dan tutur kata yang baik. Atau menganjurkan berbuat kebajikan, mementingkan arti sebuah nasehat untuk sahabat, turut berbelasungkawa atas seseorang yang ditimpa musibah,
menyingkirkan benda yang menghalang-halangi jalan umum… Semua ini termasuk jenis amal kebajikan.

Dalam waktu satu menit, bisa jadi Anda dapat menggapai ridha Allah. Maka Allah akan mengampuni dosa-dosa Anda, dan waktu satu menit itu merupakan bekal Anda saat hari kiamat tiba.

Dalam kitab al-Durar, sebuah kitab yang ditulis untuk menasehati anaknya, terutama dalam bab Melembutkan Hati; Upaya Menasehati Anak, Ibnu al-Jauzi berkata, “Ketahuilah wahai anakku, sesungguhnya hari mencakup jam, dan setiap jam mencakup hembusan nafas, dan setiap hembusan nafas adalah bekal. Maka dari itu, hati-hatilah jangan sampai saat menghembuskan nafas tidak melakukan hal-hal yang bermanfaat. Maka pada hari kiamat kamu akan menyaksikan dirimu hanya sebuah tempat yang kosong dan kamu akan menyesal.”

“Coba kamu perhatikan setiap waktu yang kamu lewati, apa saja yang telah kamu kerjakan. Jangan kamu menyia-nyiakan waktumu kecuali sebisa mungkin kamu berusaha berbuat kebajikan. Jangan biarkan dirimu tidak melakukan pekerjaan apa pun. Dan hendaklah kamu membiasakan diri beramal kebajikan dan terus-menerus memperbaikinya. Semoga saja amal kebajikan itu menjadi simpanan amalmu saat di kubur dan akan membahagiakanmu saat hari kiamat tiba.”

Sumber: Kubisikkan Pesan Cinta Untukmu, DR. Hasan Syamsi Basya. MIRQAT
Publishing
Written by: Abu Fathimah

Keteladanan Pemimpin

Di dalam Bulan suci Ramadhan ini patutlah menjadi sebuah refleksi betapa penting sebuah keteladanan seorang pemimpin berbasis akhlak. Akhlak dalam kacamata Imam Al-Ghazali adalah keadaan batin yang menjadi sumber lahirnya suatu perbuatan di mana perbuatan itu lahir secara spontan, mudah, tanpa menghitung untung rugi. Orang yang berakhlak baik, ketika menjumpai orang lain yang perlu ditolong maka ia secara spontan menolongnya tanpa sempat memikirkan resiko. Demikian juga orang yang berakhlak buruk secara spontan melakukan kejahatan begitu peluang terbuka. Akhlak seseorang, di samping bermodal pembawaan sejak lahir, juga dibentuk oleh lingkungan dan perjalanan hidupnya. Nilai-nilai akhlak Islam yang universal bersumber dari wahyu, disebut al-khair, sementara nilai akhlak regional bersumber dari budaya setempat, di sebut al-ma‘ruf, atau sesuatu yang secara umum diketahui masyarakat sebagai kebaikan dan kepatutan. Sedangkan akhlak yang bersifat lahir disebut adab, tatakrama, sopan santun atau etika. Akhlak universal berlaku untuk seluruh manusia sepanjang zaman. Demikian juga orang yang berakhlak buruk secara spontan melakukan kejahatan begitu peluang terbuka. Tetapi, sesuai dengan keragaman manusia, juga dikenal ada akhlak yang spesifik, misalnya akhlak anak kepada orang tua dan sebaliknya, akhlak murid kepada guru dan sebaliknya, akhlak pemimpin kepada yang dipimpin dan sebagainya. Seseorang dapat menjadi pemimpin (imam) dari orang banyak manakala ia memiliki (a) kelebihan dibanding yang lain, yang oleh karena itu ia bisa memberi (b) memiliki keberanian dalam memutuskan sesuatu, dan (c) memiliki kejelian dalam memandang masalah sehingga ia bisa bertindak arif bijaksana. Secara sosial seorang pemimpin (imam) adalah penguasa, karena ia memiliki otoritas dalam memutuskan sesuatu yang mengikat orang banyak yang dipimpinnya. Akan tetapi menurut etika keagamaan, seorang pemimpin pada hakekatnya adalah pelayan dari orang banyak yang dipimpinnya (sayyid al-qaumi khodimuhum). Pemimpin yang akhlaknya rendah pada umumnya lebih menekankan dirinya sebagai penguasa, sementara pemimpin yang berakhlak baik lebih menekankan dirinya sebagai pelayan masyarakatnya. Dampak dari keputusan seorang pemimpin akan sangat besar implikasinya pada rakyat yang dipimpin. Jika keputusannya tepat maka kebaikan akan merata kepada rakyatnya, tetapi jika keliru maka rakyat banyak akan menanggung derita karenanya. Oleh karena itu pemimpin yang baik disebut oleh Nabi dengan sebutan pemimpin yang adil (imamun ‘adilun) sementara pemimpin yang buruk digambarkan al-Qur’an, dan juga hadis, sebagai pemimpin yang zalim. Adil artinya menempatkan sesuatu pada tempatnya, sedangkan sebaliknya zalim artinya menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya. Hadis Riwayat Bukhari menempatkan seorang Pemimpin yang adil dalam urutan pertama dari tujuh kelompok manusia utama. Hadis Riwayat Muslim menyebutkan bahwa pemimpin yang terbaik adalah pemimpin yang dicintai rakyatnya dan iapun mencintai rakyatnya. Sementara pemimpin yang terburuk menurut Nabi, adalah pemimpin yang dibenci rakyatnya dan iapun membenci rakyatnya, mereka saling melaknat satu sama lain. Hadis lain menyebutkan bahwa dua dari lima golongan yang dimurkai Tuhan adalah (1) penguasa (amir) yang hidupnya ditopang oleh rakyat (sekarang-pajak) , tetapi ia tidak memberi manfaat kepada rakyatnya, dan bahkan tidak bisa melindungi keamanan rakyatnya. (2) Pemimpin kelompok (za‘im) yang dipatuhi pengikutnya tetapi ia melakukan diskriminasi terhadap kelompok kuat atas yang lemah, serta berbicara sekehendak hatinya (tidak mendengarkan aspirasi pengikutnya) . Hadis Riwayat Dailami bahkan menyebut pemimpin yang sewenang-wenang (imam jair) sebagai membahayakan agama. Kisah Al-Qur’an yang menyebut Nabi (Raja) Sulaiman yang memperhatikan suara semut mengandung pelajaran bahwa betapa pun seseorang menjadi pemimpin besar dari negeri besar, tetapi ia tidak boleh melupakan kepada rakyat kecil yang dimisalkan semut itu. (Q/27:16). Meneladani kepemimpinan Rasulullah, akhlak utama yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah keteladanan yang baik (uswah hasanah), terutama dalam kehidupan pribadinya, seperti; hidup bersih, sederhana dan mengutamakan orang lain. Tentang betapa tingginya nilai keadilan pemimpin, Hadis Riwayat Tabrani menyebutkan bahwa waktu satu hari efektif dari seorang imam yang adil setara dengan ibadah tujuhpuluh tahun.

Sumber, http://mubarok- institute. blogspot. com Wassalam, agussyafii

By: Prof. Dr. Achmad Mubarok MA

Menerapkan Risk Manajemen yang Tepat untuk Meningkatkan PENGHIMPUNAN DANA BMT

Efektifnya Koperasi Jasa Keuangan Syariah atau yang lebih dikenal dengan Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) dalam menyalurkan pembiayaan kepada usaha mikro ditunjukkan dengan terus meningkatnya jummlah dana yang bisa disalurkan, menjadikan lembaga ini perlu dikembangkan lebih pesat lagi. Penghimpunan dana menjadikan faktor penentu dalam mengembangkan jumlah asset maupun jumlah pembiayaan yang disalurkan. Sehingga berapa pun dana yang masuk ke dalam BMT seolah tidak pernah cukup, berapa pun dana yang dimiliki oleh salalu habis disalurkan kepada usaha mikro. Sehingga sepertinya tidak ada BMT yang menolak jika diberikan dana bahkan jika diberikan dalam jumlah yang besar sekalipun.
Disatu sisi kebutuhan BMT akan dana yang cukup besar, disisi lain lembaga ini kesulitan menghimpun dana masyarakat karena tidak dilengkapi dengan perangkat yang memadai seperti lembaga penjamin simpanan. Dimana BMT sering ‘disudutkan’ oleh lembaga keuangan lainnya karena bukan peserta LPS. BMT harus bisa menyakinkan sendiri masyarakat, BMT juga harus bisa mengelola kepercayaan yang dimiliki.
Akan tetapi BMT merupakan lembaga yang strategis. Karena : 1. BMT membiayai usaha mikro dimana sektor ini merupakan sektor ekonomi yang sangat produktif karena banyak menyerap tenaga kerja dan memiliki kontribusi yang besar terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) 2. BMT memiliki peluang memiliki prospek keuntungan yang tinggi yang disebabkan usaha mikro yang dilayani memiliki efisiensi tinggi dikarenakan biaya tenaga kerja yang murah. Dengan prospek tersebut BMT jika dikelola dengan lebih baik akan menguntungkan dan bermanfaat bagi lebih banyak masyarakat usaha mikro.
Manajemen resiko yang baik merupakan langkah yang baik untuk Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BMT. Masyarakat perlu diyakinkan bahwa dana yang mereka percayakan ke BMT adalah aman dan bisa diambil saat dibutuhkan. Dalam manajemen resiko kita mengenal setidak 3 resiko yaitu resiko kredit, resiko pasar dan resiko operasional.
Dalam penerapan manajemen resiko pembiayaan perlu dikembangkan lebih lanjut untuk memanage resiko lebih baik dengan perhitungan yang tepat.
Sebagaian besar pembiayaan BMT berasal dari ketidakmampuan nasabah untuk memenuhi kewajibannya, maka cara termudah untuk mengelola resiko pembiayaan dengan sikap kehati-hatian, Antipasi ini dapat dilakukan dengan memprediksi besarnya potensi kerugian yang akan dihadapi sebagai langkah awal, apalagi jaminan hanya berfungsi sebagai pencegah moral hazard. BMT harus melakukan identifikasi mendalam tentang kemampuan dan karakter calon debitur sebelum memberikan pembiayaan.
Perlu komite Pembiayaan dan auditor internal sehingga resiko pembiayaan bisa diperhitungkan dengan lebih baik, serta meminumkan kesalahan prosedur dalam penyaluran pembiayaan.
Sangat perlu dilakukan pendampingan, khususnya pelatihan teknis menjalankan usaha kepada calon anggota yang akan mendapatkan pinjaman. Dengan begitu jumlah pinjaman yang diberikan bisa meningkat, dengan pendampingan BMT bisa mengenal nasabah lebih baik sehingga BMT juga bisa memberikan modal untuk usaha yang baru mulai.
Minimnya jaminan seperti Kendaraan bermotor yang dimiliki oleh usaha mikro. Pengelolaan resiko bisa dilakukan dengan mengembangkan jaminan tidak hanya kendaraan bermotor tetapi bisa aset yang ada dirumahnya atau tabungan dengan mengajurkan anggota menabung lebih dahulu.
Untuk pembiayaan yang sudah macet bisa diminimalisir dengan pendampingan dengan memberdayakan penggunaan dana sosial BMT sampai usaha anggota menjadi sehat dan dialokasi dana penghapusan pembiayaan dari biaya.
Resiko pasar berpengaruh kurang signifikan karena pembiayaan yang diterima berasal dari bank syariah atau pendanaan-pendanaan lain yang tidak terpengaruh oleh naik turunnya tingkat suku bunga. Resiko pasar bisa cukup bermasalah jika usaha nasabah bermasalah dengan kondisi pasar yang kurang menguntungkan sehingga angsuran ke BMTnya menunggak. Dikarenakan prinsip usaha dengan syariah BMT tidak mengeksekusi jaminan atas keterlambatan angsuran.
Resiko operasional dengan software aplikasi komputer yang sering bermasalah dan bahkan sering terjadi kesalahan.
Sehingga dengan penanganan manajemen resiko yang baik BMT bisa menghimpunan dana masyarakat yang menjadi anggota dan memberikan manfaat yang maksimal antara lain : 1. Menyediakan dana yang murah sehingga Usaha mikro bisa lebih menikmati nilai tambah atau keuntungan usahanya, 2. Menyediakan produk pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan UKM khususnya yang lebih bersifat ekuitas dan bagi hasil.

Referensi :
Yuda Septia Fitri, ”Analisis Perhitungan Resiko Kredit dengan pendekatan Credit Risk + Portofolio (Studi Kasus Pembiayaan Murabahah Bai Bithaman Ajil pada BMT At Taqwa), Eksis Jurnal Ekonomi Keuangan dan Bisnis Islami, Vol. 1 No. 1, Universitas Indonesia, Januari 2005
Masyhud Ali, Manajemen Resiko Perbankan, Penerbit Raja Grafindo, Jakarta.

http://mohkhoirulanam.blogspot.com/2009/02/menerapkan-risk-manajemen-yang-tepat.html

Software BMT Free Download…!

RCG Motori Pembentukan BMT

Sebagai lembaga yang fokus terhadap pengembangan pelaku usaha kecil, Riau Consultan Global (RCG), anak perusahaan Riau Invesment Corporation (RIC) kembali membuat terobosan. Kali ini RCG terus memelopori pembentukan lembaga keuangan mikro syariah di Riau. Dalam waktu dekat akan dibentuk Baitul Maal Wattamwil (BMT) di Pekanbaru.

Demikian diungkapkan General Manager RCG, Yurnal Edward, pada riaubisnis.com usai rapat Forum Silaturahmi dan Kerja Sama Ekonomi Islam (Fikri) di ruang rapat RIC, Kamis (4/6/2009). Dalam rapat hadir beberapa perwakilan BMT di Pekanbaru, seperti Dalek, pimpinan BMT al Amin, dan Forum Petani Kampar serta para pemerhati ekonomi Islam.

Pada pertemuan tersebut, kata Yurnal, seluruh peserta rapat menyatakan setuju untuk membentuk sebuah BMT baru yang akan dikelola dengan lebih syariah dan profesional.

“Sudah ada dua investor yang siap mendanai. Satu bergerak di bidang perdagangan dan jasa sedangkan satunya lagi adalah pengusaha sawit. Ini bentuk kepedulian mereka dalam pengembangan ekonomi Islam di Bumi Lancang Kuning,” ungkap Yurnal yang juga Ketua Fikri ini.

Yurnal menilai, BMT sangat prospek untuk tumbuh dan berkembang di Riau. Sudah ada beberapa contoh BMT yang sukses di Riau, salah satu contohnya, kata dia, adalah BMT Al-Amin yang kini sudah memiliki aset hingga Rp 2 miliar. Padahal waktu pertama didirikan modalnya cuma Rp 50 juta.

Untuk mematangkan rencananya itu, maka akan diadakan pertemuan kembali di kantor Asyifa Pekanbaru, Sabtu (6/6/2009). BMT yang akan dibentuk ini nantinya akan merambah sektor pertanian kemudian dijadikan ladang pembiayaannya. Petani sawit, perikanan dan pangan akan jadi prioritasnya.

“Kita mulai dari yang kecil-kecil dulu, kita akan buktikan eksistensinya dan tidak lupa kita akan menjalin kerja sama dengan BMT lainnya maupun perbankan syariah,” tutur Yurnal.

Pengelolaan yang lebih syariah dan profesional akan jadi ciri khas dibandingkan BMT lainnya. Untuk itu, nantinya pihak pengelola BMT akan merekrut praktisi ekonomi Islam yang mumpuni dalam mengelola lembaga keuangan mikro syariah.

“Bukan hanya memotori terbentuknya BMT, RCG juga akan membantu pengembangannya. Kita bisa bantu dalam pengelolaan manajemennya yang lebih baik dan lebih profesional,” pungkasnya.(*)

http://riaubisnis.com/index.php?option=com_content&task=view&id=3933&Itemid=127

Software BMT Free Download…!

Windows 7 Beta As Windows Server 2008 Virtual Private Network (VPN) Client

Dear rekan-rekan komunitas wss-id dan mugi, sejak keluarnya rilis beta Windows 7 beberapa waktu yang lalu, mendorong saya untuk sekedar ingin mencoba-coba bagaimana jadinya kalau Window 7 yang masih beta ini saya jadikan sebagai Virtual Private Network Client dari Windows Server 2008. Setelah dicoba, pada dasarnya sama saja dengan Windows Vista.

Berikut untuk sekedar berbagi info ke rekan-rekan, beberapa langkah dalam mengkonfigurasi Virtual Private Network dari mulai membangun domain controller, membangun VPN Server, dan menyediakan clientnya berupa Windows 7 beta build 7000, sehingga nantinya kita dapat menyediakan sarana koneksi ke jaringan LAN bagi remote user untuk mengakses resource jaringan internal, seperti halnya yang dapat dilakukan oleh user tersebut ketika berada di LAN.

Dalam artikel ini, kupasan tentang konfigurasi VPN yang saya bahas di sini terbatas untuk protokol PPTP dulu, sedangkan untuk protokol lainnya (L2TP dan SSTP) mungkin akan saya bahas di artikel lainnya nanti, atau barangkali rekan-rekan juga ada yang berminat mencoba dan kita bisa share pengalaman ngoprek di portal ini.

Secara umum, skenario ngoprek yang saya lakukan seperti pada gambar berikut.

VPN Configuration scenario

Pada komputer domain controller, kita harus menyediakan satu domain user account dengan seting properti dari tab Dial-in-nya di set Allow untuk koneksi RRAS. yang nantinya akan kita gunakan untuk menguji koneksi VPN dari komputer Windows 7.

Lalu lakukan konfigurasi sedemikian rupa pada komputer Server VPN, dalam hal ini VPNSRV, berikan 2 alamat IP pada dua kartu jaringannya, masing-masing di-rename menjadi Private dan Public. Private mewakili alamat ke jaringan internal (LAN), sedangkan Public mewakili alamat network yang terkoneksi ke internet. Perlu diingat, alamat ini dalam best practice-nya merupakan alamat IP public, yang dapat diperoleh dari ISP yang menyediakan layanan koneksi internet dedicated line/leased line.

Kemudian setelah instalasi komponen RRAS dengan menambahkan role yang sesuai, konfigurasi Server VPN ini sebagai VPN server, konfigurasinya dapat dilakukan secara wizard, ataupun secara manual, bergantung selera aja.

VPN Configuration6

VPN Configuration7

VPN Configuration8

Pastikan untuk VPN Connection, arahkan interface network card-nya ke arah network card yang mengarah ke ISP.

Pada seting konfigurasi Server VPN, pada IP Address Asigment, kita menggunakan pilihan From a specified range of addresses, untuk address pool saya gunakan pilihan static address pool,  seperti pada gambar berikut.

VPN Configuration12

Kemudian pada komputer client, yang menjalankan Windows 7, buka Control Panel, kemudian pada bagian Network and Internet, klik Network and sharing center, dan kemudian klik Set up a new connection or network .

clip_image002

clip_image002[5]

clip_image002[7]

clip_image002[9]

Kemudian pilih I’ll set up an internet connection later, lalu isikan alamat Internet dan berikan nama koneksi VPN-nya sebagai berikut.

clip_image002[13]

Kemudian pada bagian Type your user name and password, selanjutnya, isikan user account domain administrator dan passwordnya seperti pada gambar berikut ini.

clip_image002[15]

clip_image002[17]

Beri nama vpn connection ini sebagai Koneksi VPN.

clip_image002[19]

Untuk mencoba melakukan koneksi, dar Network and Sharing Center, klik Connect to a network beberapa saat kemudian, muncul panel baru di sisi kanannya menampilkan nama dari Virtual Private Connection yang sebelumnya telah kita buat, yaitu Koneksi VPN, lalu klik Koneksi VPN, dan muncul tombol Connect. Klik tombol ini untuk memproses koneksi VPN ke VPNSRV.

Pastikan pada properties dari koneksi VPN, untuk alamat VPN Server di set dengan tepat.

Pada tab Security, pada Type of VPN, Anda dapat memilih secara spesifik Point to Point Tunneling Protocol (PPTP) sebagai tipe VPNnya. Pada artikel ini, saya batasi pembahasan hanya untuk protokol PPTP dulu, jika ada waktu saya akan tuliskan kembali untuk jenis protokol lainnya, yaitu untuk tipe VPN dengan protokol L2TP dan SSTP.

clip_image002[29]

clip_image002[21]

Mengisikan account domain administrator untuk menguji koneksi VPN.

clip_image002[23]

Barulah kemudian Anda klik tombol Connect pada Koneksi VPN. Tunggu beberapa saat akan muncul  proses koneksi yang terjadi sebagai berikut.

clip_image002[35]

Hingga tampak pada Koneksi VPN, status Connected seperti pada gambar berikut ini.

clip_image008

Anda dapat memerika hasil perolehan alamat IP dari koneksi VPN dengan menggunakan perintah ipconfig dari command line di Windows 7 sebagai berikut.

clip_image010

Pada gambar berikut, Anda dapat melihat perolehan alamat IP dari VPNSRV, tiap kali Anda membuka koneksi baru, kemungkinan Anda mendapat alamat IP yang berbeda, sesuai dengan nilai jangkauan alamat IP yang Anda set untuk client VPN ini.

clip_image014

Kita bisa menggunakan account domain administrator untuk menguji koneksi VPN, sebelum kita gunakan user account biasa untuk mengakses resource berupa shared folder yang sebelumnya pada langkah awal telah kita sediakan.

clip_image002[41]

Setelah selesai, putus/disconnect koneksi VPN, kembali pada Network Connection, klik ganda Koneksi VPN.

Saatnya kita menggunakan sebuah domain user account non administrators member untuk mengakses resource jaringan, sebelumnya kita harus menyediakan acount seperti ini dengan seting propertiesnya, pada tab Dial-in, di set Allow untuk koneksi ke RRAS.

koneksi2

Setelah sukses melakukan koneksi dengan VPN, dari komputer client, klik Start dan isikan alamat IP dari DC01 dengan nama shared foldernya .

koneksi3

Akses ke resource jaringan berupa sebuah shared folder dengan file text di dalamnya seperti tampak pada gambar berikut.

koneksi4

Demikianlah tulisan sederhana ini, semoga dapat bermanfaat.


Posted Jan 23 2009, 10:37 AM by bobby iskandar zulkarnain

http://mugi.or.id/blogs/bobby/archive/2009/01/23/Windows_2D00_7_2D00_Beta_2D00_As_2D00_Windows_2D00_Server_2D00_2008_2D00_Virtual_2D00_Private_2D00_Network_2D002800_VPN_29002D00_Client.aspx

Software BMT Free Download…!

Kota Bogor : Bangun Virtual Private Network Rp1,4 Miliar

Pemerintah Kota Bogor melanjutkan komitmennya untuk mewujudkan e-government dalam proses pemerintahannya dan untuk mendukung realisasinya akan dilakukan  lelang  pemasangan jaringan internet  dan intranet atau dikenal juga sebagai virtual private network (VPN) senilai Rp1,4 miliar.

VPN akan menjadi landasan untuk implementasi Kantaya (Kantor Maya), Simpeg, Sistem informasi Perpustakaan, dan Sistem Perencanaan Pembangunan, sebagai pilar-pilar terbentuknya kantor maya atau virtual office, yang akan meningkatkan interaksi antarinstansi dengan cepat dan akurat yang pasti memberikan kualitas layan publik yang akuntabel dan transparan.

Untuk membangun VPN yang akan merangkai seluruh kantor SKPD termasuk kantor kecamatan dan kelurahan maka Pemkot menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang merupakan patner pembangunan e-gov di lingkungan Pemkot Bogor. Lelang  akan dilakukan  pada bulan April dan diharapkan  pemasangan jaringan internet hingga ke kantor pemerintahan dapat dilakukan di akhir bulan yang sama.

Kabid Telematika Dishubkominfo Hermansyah seperti dilansir www.radar-bogor.com    menuturkan, “Tahun ini, pemkot akan menerapkan empat aplikasi goverment yang terkait dengan pelayanan publik, yakni sistem informasi perencanaan daerah, sistem informasi perpusatakaan, sistem informasi kepegawaian, dan kantor maya (kantaya).”
Melalui PVN ke empat sistem akan berfungsi secara online, dan menyangkut implementasi TIK pemerintahan  maka SDM baik aparatur maupun  pelaku dunia usaha  sebagai suprastruktur harus memiliki kemampuan  teknologi informasi dan komunikasi (TIK), ungkap Hermansyah.

Program Pemkot Bogor  akan memastikan tak boleh ada lagi yang tak kenal TIK bahkan tak boleh sekedar tahu karena kinerja pemkot nantinya akan sangat bergantung kepada keandalan aparatur dalam menjalankan keempat sistem informasi tersebut. Oleh sebab itulah seluruh pejabat eselon; IV,II, dan II akan dilatih agar mampu mengoperasikan empat system tersebut, ungkap Kepala Seksi Pengelolaan Kominfo Rudi Suryanto.

Kantor maya atau virtual office memberikan keuntungan yang besar bagi pembangunan unjuk kerja layanan publik yang bersahabat bagi rakyat, karena pasti akan membangun komunikasi pembangunan yang sehat dan transparan. “Data pemkot yang terkait kepentingan publik dapat diakses melalui aplikasi kantor maya, sebab semua SKPD memiliki file tersendiri, sehingga komunikasi dan koordinasi antarinstansi yang satu dengan instansi lainnya jauh lebih mudah dan lebih cepat,” Kata Rudi. Kendali pemerintah pun makin kokoh karena apa yang terjadi kelurahan bisa dilaporkan ke walikota dan instansi terkait dalam waktu yang relatif cukup singkat, secepat ujung jari menyentuh tombol  papan ketik  komputer.

Martin Simamora ( // <![CDATA[// <![CDATA[
var prefix = 'ma' + 'il' + 'to';
var path = 'hr' + 'ef' + '=';
var addy65362 = 'martin' + '@';
addy65362 = addy65362 + 'wartaegov' + '.' + 'com';
document.write( '‘ );
document.write( addy65362 );
document.write( ” );
//n
// –>]]>
martin@wartaegov.com // <![CDATA[// <![CDATA[
document.write( '‘ );
// ]]>Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya // <![CDATA[// <![CDATA[
document.write( '’ );
// ]]>
)