Hijrah dari Bank Konvensional ke Bank Syariah

(Refleksi Tahun Baru Islam 1430 Hijriyah)
Setiap memasuki tahun baru Islam (tahun hijriyah), kita diingatkan kepada peristiwa paling bersejarah, yakni hijrahnya Nabi Muhammad Saw dari Mekkah ke Madinah yang terjadi 1430 tahun yang lalu. Dalam sejarah Islam, peristiwa hijrah merupakan momentum paling penting dan monumental. Hijrah telah membawa perubahan dan pembaharuan besar dalam pengembangan Islam dan masyarakatnya kepada sebuah peradaban yang maju dan berwawasan keadilan, persaudaraan, persamaan, penghargaan HAM, demokratis, inklusif, kejujuran, menjunjung supremasi hukum, yang kesemuanya dilandasi dan dibingkai dalam koridor nilai-nilai syari’ah.
Hijrah juga telah mengantarkan terwujudnya negara madani yang sangat modern, bahkan dalam konteks masyarakat pada waktu itu, terlalu modern. Demikian pendapat oleh Robert N Bellah seorang ahli sosiologi agama terkemuka dalam bukunya Beyond Bilief (1976 h 150).
Ismail al Faruqi menyebut hijrah sebagai langkah awal dan paling menentukan untuk menata masyarakat muslim yang berperadaban. Jadi, hijrah bukanlah pelarian untuk mencari suaka politik atau aksi peretasan keperihatinan karena kegagalan mengembangkan Islam di Mekkah, melainkan sebuah praktis reformasi yang penuh strategi dan taktik jitu yang terencana dan sitematis. Tegasnya, substansi hijrah merupakan strategi besar (grand strategy) dalam membangun peradaban Islam. oleh karena itu tepatlah apa yang dikatakan Hunston Smith dalam bukunya the Religion Man, bahwa peristiwa hijrah merupakan titik balik dari sejarah dunia.
Berdasarkan kenyataan itulah Sayyidina Umar bin Khattab menetapkannya sebagai awal tahun hijriyah. Dalam konteks ini ia menuturkan : “al hijrah farragat bainal haq wall bathil fa-arrikhuha” (Artinya : hijrah telah memisahkan antara yang haq dan yang bathil, maka jadikan kamulah momentum itu sebagai awal penanggalan kalender Islam).
J.H. Kramers dalam Shorter Encycolopeadia of Islam meneybut hijrah sebagai sebagai strategi jitu dan cerdas dalam pembangunan imperium Arab (baca ; Islam). Berdasarkan pernyataan-pernyataan para pakar di atas, maka sangat relevan ungkapan Prof Dr Fazlur Rahman yang menyebut hijrah sebagai Marks of the founding of islamic community.
Apabila kita cermati makna filosofis hijrah secara mendalam, hijrah sesungguhnya mengandung makna perubahan, pembaharuan dan reformasi yang yang luar biasa. Salah satu perubahan yang mendesak dan mesti segera dikukan adalah perubahan dalam sistem ekonomi. Saat ini kita dicengkram oleh system ekonomi ribawi, maka saatnya sekarang kita hijrah meninggalkan system tersebut menuju system ekonomi syariah. Salah satu bentuk penerapan ekonomi syariah saat ini yang paling berkembang adalah institusi perbankan. Karena itu, topik tulisan ini berkaitan dengan perbankan syariah yang dikaitkan dengan spirit hijrah.

Hijrah dan Spirit Reformasi Ekonomi
Banyak upaya yang dilakukan Nabi Muhammad Saw dalam melakukan reformasi ekonomi, baik di bidang moneter, fiskal, mekanisme pasar (harga), peranan negara dalam menciptakan pasar yang adil (hisbah), membangun etos entrepreneurship, penegakan etika bisnis, pemberantasan kemiskinan, pencatatan transaksi (akuntansi), pendirian Baitul Mal, dan sebagainya.
Beliau juga banyak mereformasi akad-akad bisnis dan berbagai praktek bisnis yang fasid (rusak), seperti gharar, ihtikar, talaqqi rukban, ba’i najasy, ba’i al-‘inah, bai’ munabazah, mulamasah, muhaqalah. dan berbagai bentuk bisnis maysir atau spekulasi lainnya. dsb. Selanjutnya Nabi Muhammad juga mengajarkan konsep transaksi valas (sharf) yang sesuai syariah, pertukaran secara forward atau tidak spot (kontan) dilarang, karena sangat rawan kepada praktik riba fadhl. Apa yang dijarkan Nabi tersebut kini sedang diterapkan di lembaga perbankan Islam.

Pelarangan Riba.
Dari berbagai reformasi yang dilakukan Nabi Muhammad Saw, praktek riba mendapat sorotan dan tekanan cukup tajam. Banyak ayat dan hadits yang mengecam riba dan menyebutnya sebagai perbuatan terkutuk dan dosa besar yang membuat pelakunya kekal di dalam neraka.
Paradigma pemikiran masyarakat yang telah terbiasa dengan system riba (bunga) digesernya menjadi paradigma syariah secara bertahap. Menurut para ahli tafsir, proses perubahan tersebut memakan waktu 22 tahunan. Pada awalnya hampir semua orang beranggapan bahwa system riba (bunga) akan menumbuhkan perekonomian, tetapi justru menurut Islam, riba malah merusak perekonomian. (lihat surah 39 : 39-41).
Saat ini, juga masih banyak kaum muslimin (awam) yang menganggap system bunga pada perbankan dan keuangan dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat. Mereka berpandangan seperti itu, karena banyak pengaruh. Pertama, pengaruh pendidikan barat yang mengajarkan system kapitalisme, kedua, pengaruh informasi keilmuan yang minim dengan ekonomi Islam. Ketiga, pengaruh kebiasaan hidup dimana orang-orang sudah terbiasa dengan system bunga, sehingga menaggangpnya tak adac masalah. Keempat, pengaruh perut, dimana banyak orang yang mencari makan di lembaga riba, tanpa pekerjaan itu, kehidupannya terancam.

Hijrah fi’liyah (Perilaku)
Hijrah yang kita lakukan saat ini bukanlah hijrah dalam bentuk fisik (hijrah badaniyah), yakni berpindah dari satu negeri ke negeri lainnya. Hijrah yang seharusnya kita lakukan adalah hijrah perilaku. Inilah yang disabdakan Nabi Muhammad Saw, “Wal Muhajiru man hajara ma nahallahu ‘anhu”. (Berhijrah itu ialah meninggalkan apa yang dilarang Allah).
Allah melarang kita melaksanakan transaki riba, seperti bunga dalam perbankan. Seluruh pakar ulama (pakar ekonomi Is;am sdunia ) telah ijma’ tentang keharaman bunga bank tersebut. Para peneliti dari berbagai negara menyimpulkan tidak ada seorangpun yang membantah keharaman bunga bank. Riba merupakan dosa besar yang harus dijauhi. Alquran dan sunnah sangat banyak mengutuk dn mengecam perlalu riba. Maka saatnya sekarang umat Islam wajib hijrah ke system ilahi (ekonomi Islam) yang adil dan maslahah.
Dalam hadits riwayat muslim bahwa Jabir berkata, “Rasulullah melaknat dan mengutuk orang memakan riba (kreditur) dan orang yang memberi makan orang lain dengan riba (debitur). Rasul juga mengutuk pegawai yang mencatat transaksi riba dan saksi-saksinya. Nabi SAW bersabda, “Mereka semuanya sama”.
Menurut sebuah hadits riwayat Bukhari Muslim bahwa Nabi SAW bersabda, “Tinggalkanlah tujuh perkara yang membinasakan. Para sahabat bertanya, “Apakah itu ya Rasul?. Beliau menjawab, syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa orang yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, memakan riba, memakan harta anak yatim, melarikan diri ketika peperangan berkecamuk, menuduh wanita suci berzina”. (HR..dari Abu Hurairah).
Selanjutnya, Abbdullah bin Mas’ud memberitakan bahwa Nabi SAW bersabda, “Riba itu mempunyai tujuh puluh tiga pintu, sedang yang paling ringan ialah seorang yang menzinai ibunya sendiri”. (HR.Ibnu Majah dan Hakim).
Dalam hadits lain Nabi barsabda, “Empat golongan yang tidak dimasukkan ke dalam syorga dan tidak merasakan nikmatnya, yang menjadi hak prerogatif Allah, Pertama, peminum kahamar,Kedua pemakan riba, Ketiga, pemakan harta anak yatim dan keempat, durhaka kepada orang tuanya”.(H.R. Hakim).
Abdullah bin Hanzalah, meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, Satu dirham riba yang diambil seseorang, maka dosanya di sisi Allah lebih besar dari tiga puluh enam kali berzina yang dilakukannnya dalam islam”.(H.R. Darul Quthny)
Diriwayatkan oleh Anas bahwa Rasulullah SAW telah berkhutbah dan menyebut perkara riba dengan bersabda,”Sesungguhnya satu dirham yang diperoleh seseorang dari riba, lebih besar dosanya di sisi Allah dari tiga puluh enam kali berzina. Dan sesungguhnya sebesar-besar riba ialah mengganggu kehormatan seorang muslim”. (H.R. Baihaqi dan Ibnu Abu Dunya).
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, bahwa Nabi SAW bersabda, “Apabila zina dan riba telah merajalela dalam suatu negeri, maka sesunggguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah diturunkan kepada mereka”.(H.R. Hakim)
Diriwayatkan dari ‘Auf bin Malik, bahwa Nabi SAW bersabda, Jauhilah dosa-dosa yang tak terampunkan, yaitu, pertama, curang (menipu &korupsi), siapa yang curang, maka pada kiamat nanti, akan didatangkan kepadanya siksa. Kedua, pemakan riba, barang siapa memakan riba, maka ia dibangkitkan pada hari kiamat nanti dalam keadaan gila dan membabi buta. (H.R. Thabrani).

Penutup
Momentum tahun baru Hijrah 1430 H ini hendaknya memberikan spirit hijrah ekonomi (hijrah iqtishadiyah) kepada kaum muslimin Indonesia untuk segera hijrah dari belenggu ekonomi kapitalistik ribawi kepada ekonomi syariah. Jika selama ini lembaga perbankan yang kita gunakan adalah lembaga perbankan konvensional, maka di tahun depan (1430 H), kita hijrah ke perbankan syariah. Semangat dan spirit hijrah harus kita implementasikan secara riil dalam kehidupan kita dewasa ini. Kita harus segera hijrah dan berubah. ”Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu sendiri yang melakukan perubahan akan nasibnya”. (Ar-Ra’d : 110.
Sistem perbankan konvensional yang menerapkan bunga terbukti telah membawa bencana besar bagi ekonomi semua negara. Bacalah sejarah krisis selama seratus 100 tahun, tulisan Glyn Davis dan Roy Davis. Semuanya krisis keuangan dan perbankan. Krisis financial yang terjadi saat ini, menunjukkan bahwa system ekonomi kapitalisme yang berbasis riba, maysir dan gharar telah terbukti nyata tidak bisa dijadikan sebagai system ekonomi untuk mensejahteraan ekonomi manusia secara adil dan ampuh, tetapi malah sebaliknya menimbulkan kesengsaraan ekonomi, kesenjangan dan kehancuran ekonomi banyak negara.
Di Indonesia, lembaga perbankan konvensional telah menguras APBN setiap tahun dalam jumlah ratusan triliun dalam bentuk bunga obligasi dan bunga SBI, Belum lagi kasus BLBI yang menghisap uang negara lebih dari 650 triliun rupiah. Ini adalah fakta yang memilukan bagi kesejahteraan bangsa. Sistem bunga telah menimbulkan penderitaan dan kemiskinan yang menyakitkan bagi bangsa Indonesia. Karena itu kalau ingin selamat, segeralah hijrah ke perbankan syariah. (Penulis adalah Sekjen Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia dan Dosen Pascasarjana di Empat Perguruan Tinggi di Jakarta, UI,Trisakti,Paramadina dan UI Az-Zahra)

http://www.pesantrenvirtual.com/index.php/ekonomi-syariah/1245-hijrah-dari-bank-konvensional-ke-bank-syariah

Software BMT Free Download…!

Operasi Date & Time di JAVA

  1. /*
  2. * Project ini adalah karya Abdul Aziz (www.farazinux.wordpress.com)
  3. * Tidak diperkenankan merubah sourcecode tapa ijin
  4. * Tapi tidak didilarang mengembangkan. Yuk terus belajar dan berkarya
  5. *  Error dan kerusakan yang diakibatkan script ini tidak menjadi tanggungan penulis
  6. */
  7. package Tanggal;
  8. import java.text.SimpleDateFormat;
  9. import java.util.Date;
  10. /**
  11. *
  12. * @author farazinux
  13. */
  14. public class SimpleDateFormatDemo {
  15. public static void main (String args[]){
  16. Date date = new Date();
  17. SimpleDateFormat sdf;
  18. sdf = new SimpleDateFormat(“dd MMMM yyyy”);
  19. System.out.println(sdf.format(date));
  20. sdf = new SimpleDateFormat(“ddMMyyyyhhmmss”);
  21. System.out.println(sdf.format(date));
  22. }
  23. }
  24. http://farazinux.wordpress.com/2009/02/18/operasi-date-time-di-java/

Membuat pesan pilhan dengan JOptionPane (ya dan tidak)


/*
* Program ini dibuat oleh Rachmad Hadi Wijoyo
* anda boleh mengunakan dan mendistribusikan dengan bebas
* asalkan tidak mengubah license ini.
* copyright by Rachmad Hadi Wijoyo
*/

package cobacoba;

import java.awt.Component;
import java.awt.Graphics;
import java.awt.TrayIcon.MessageType;
import javax.swing.Icon;
import javax.swing.JOptionPane;

/**
*
* @author rahw
*/
public class OptionDialog {
public OptionDialog(){

String pil[] = {“Ya”,”Tidak”};

if(JOptionPane.showOptionDialog(null, “Anda yakin da pengen keluar? “, “Coba ShowOptionDialog”,JOptionPane.DEFAULT_OPTION, JOptionPane.PLAIN_MESSAGE, null, pil, this)==JOptionPane.YES_OPTION){
System.exit(0);
}
}
public static void main(String args[]){
new OptionDialog();
}
}

http://rachmad-hw.blogspot.com/2008/09/kumpulan-e-book-java.html

Pemograman JAVA (membuat Valid text dengan JTextField)


Untuk bisa menangani input yang tidak sesuai maka kita buat dulu class berikut:

/**
* FILTER TEST
* OLEH RACHMAD HW email: rac3_hw@yahoo.com blog: rachmad-hw.blogspot.com
*/

import javax.swing.text.*;
import java.util.regex.*;
import javax.swing.JOptionPane;

/**
*
* @author RAHW
*/

public class FilterText extends PlainDocument {

Pattern pattern;
Matcher sama;

public FilterText () { super(); }
public FilterText (AbstractDocument.Content c) { super(c); }
public FilterText (AbstractDocument.Content c, String p) {
super (c);
setPatternByString (p);
}
public FilterText (String p) {
super();
setPatternByString (p);
}

public void setPatternByString (String p) {
filter = p;
Pattern pattern = Pattern.compile (p);
// CEK APAKAH INPUT SESUAI DENGAN PATTERN
// DAN MENGAHAPUS YANG TIDAK SESUAI
try {
sama = pattern.matcher(getText(0, getLength()));
//System.out.println (“cek apakah sama ” + getText (0, getLength()));
if (! sama.matches()) {
System.out.println (“Input Tidak Sesuai”);
JOptionPane.showMessageDialog(null, “Input Tidak Sesuai dengan –> ” + filter);
remove (0, getLength());
}
} catch (BadLocationException ble) {
ble.printStackTrace(); // impossible?
}
}

public Pattern getPattern() { return pattern; }

@Override
public void insertString (int offs, String s, AttributeSet a)
throws BadLocationException {
// consider whether this insert will match
String proposedInsert =
getText (0, offs) +
s +
getText (offs, getLength() – offs);

if (sama != null) {
sama.reset (proposedInsert);

if (! sama.matches()) {
System.out.println (“Input Tidak Sesuai”);
JOptionPane.showMessageDialog(null, “Input Tidak Sesuai dengan –> ” + filter);
return;
}
}
super.insertString (offs, s, a);

}
String filter;
}

kemudian kita set pada JTextField yang akan kita batasi inputnya, berikut perintahnya:
FilterText ft =new FilterText() ;
ft.setPatternByString(“[0-9]*”);

[0-9]* merupakan batasan input yang hanya memperbolehkan input berupa angka
[a-z]* merupakan batasan input yang hanya memperbolehkan input berupa huruf kecil
[A-Z]* merupakan batasan input yang hanya memperbolehkan input berupa huruf besar

http://rachmad-hw.blogspot.com/2009/02/pemograman-java-membuat-valid-text.html

Java-SQL : Input Data Sederhana

//Source Lengkapnya:
//4.a
import javax.swing.*;
import java.sql.*;
import java.text.*;
import javax.swing.table.*;
import java.util.*;
public class frmDosen extends javax.swing.JFrame {
//4.b
public frmDosen() {
initComponents();
testDriver();
kosongkan();
tKode.setText(“”);
updateTabel();
}
private void initComponents() {
jPanel1 = new javax.swing.JPanel();
jLabel1 = new javax.swing.JLabel();
jLabel2 = new javax.swing.JLabel();
jLabel3 = new javax.swing.JLabel();
jLabel4 = new javax.swing.JLabel();
tKode = new javax.swing.JTextField();
tNama = new javax.swing.JTextField();
tAlamat = new javax.swing.JTextField();
tTglLahir = new javax.swing.JTextField();
jScrollPane1 = new javax.swing.JScrollPane();
tabel = new javax.swing.JTable();
jPanel2 = new javax.swing.JPanel();
bSimpan = new javax.swing.JButton();
bHapus = new javax.swing.JButton();
bBatal = new javax.swing.JButton();

setTitle(“Form Dosen”);
addWindowListener(new java.awt.event.WindowAdapter() {
public void windowClosing(java.awt.event.WindowEvent evt) {
exitForm(evt);
}
});

jPanel1.setLayout(null);

jPanel1.setBackground(new java.awt.Color(0, 204, 204));
jLabel1.setFont(new java.awt.Font(“Arial”, 1, 12));
jLabel1.setText(“Kode”);
jPanel1.add(jLabel1);
jLabel1.setBounds(50, 50, 60, 30);

jLabel2.setFont(new java.awt.Font(“Arial”, 1, 12));
jLabel2.setText(“Nama”);
jPanel1.add(jLabel2);
jLabel2.setBounds(50, 90, 60, 30);

jLabel3.setFont(new java.awt.Font(“Arial”, 1, 12));
jLabel3.setText(“Alamat”);
jPanel1.add(jLabel3);
jLabel3.setBounds(50, 130, 60, 30);

jLabel4.setFont(new java.awt.Font(“Arial”, 1, 12));
jLabel4.setText(“Tgl Lahir”);
jPanel1.add(jLabel4);
jLabel4.setBounds(50, 170, 60, 30);

tKode.setBackground(new java.awt.Color(204, 255, 204));
tKode.setFont(new java.awt.Font(“Tahoma”, 1, 12));
tKode.setText(“tKode”);
tKode.setBorder(new javax.swing.border.BevelBorder(javax.swing.border.BevelBorder.RAISED));
tKode.addActionListener(new java.awt.event.ActionListener() {
public void actionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
tKodeActionPerformed(evt);
}
});
tKode.addFocusListener(new java.awt.event.FocusAdapter() {
public void focusGained(java.awt.event.FocusEvent evt) {
tKodeFocusGained(evt);
}
});

jPanel1.add(tKode);
tKode.setBounds(120, 50, 110, 30);

tNama.setBackground(new java.awt.Color(204, 255, 204));
tNama.setFont(new java.awt.Font(“Tahoma”, 1, 12));
tNama.setText(“tNama”);
tNama.setBorder(new javax.swing.border.BevelBorder(javax.swing.border.BevelBorder.RAISED));
tNama.addActionListener(new java.awt.event.ActionListener() {
public void actionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
tNamaActionPerformed(evt);
}
});
tNama.addFocusListener(new java.awt.event.FocusAdapter() {
public void focusGained(java.awt.event.FocusEvent evt) {
tNamaFocusGained(evt);
}
});

jPanel1.add(tNama);
tNama.setBounds(120, 90, 240, 30);

tAlamat.setBackground(new java.awt.Color(204, 255, 204));
tAlamat.setFont(new java.awt.Font(“Tahoma”, 1, 12));
tAlamat.setText(“tAlamat”);
tAlamat.setBorder(new javax.swing.border.BevelBorder(javax.swing.border.BevelBorder.RAISED));
tAlamat.addActionListener(new java.awt.event.ActionListener() {
public void actionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
tAlamatActionPerformed(evt);
}
});
tAlamat.addFocusListener(new java.awt.event.FocusAdapter() {
public void focusGained(java.awt.event.FocusEvent evt) {
tAlamatFocusGained(evt);
}
});

jPanel1.add(tAlamat);
tAlamat.setBounds(120, 130, 240, 30);

tTglLahir.setBackground(new java.awt.Color(204, 255, 204));
tTglLahir.setFont(new java.awt.Font(“Tahoma”, 1, 12));
tTglLahir.setText(“tTglLahir”);
tTglLahir.setBorder(new javax.swing.border.BevelBorder(javax.swing.border.BevelBorder.RAISED));
tTglLahir.addActionListener(new java.awt.event.ActionListener() {
public void actionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
tTglLahirActionPerformed(evt);
}
});
tTglLahir.addFocusListener(new java.awt.event.FocusAdapter() {
public void focusGained(java.awt.event.FocusEvent evt) {
tTglLahirFocusGained(evt);
}
});

jPanel1.add(tTglLahir);
tTglLahir.setBounds(120, 170, 240, 30);

tabel.setBorder(new javax.swing.border.EtchedBorder());
tabel.setModel(new javax.swing.table.DefaultTableModel(
new Object [][] {
{null, null, null, null},
{null, null, null, null},
{null, null, null, null},
{null, null, null, null}
},
new String [] {
“Title 1”, “Title 2”, “Title 3”, “Title 4”
}
));
tabel.setGridColor(new java.awt.Color(204, 204, 255));
tabel.addMouseListener(new java.awt.event.MouseAdapter() {
public void mouseClicked(java.awt.event.MouseEvent evt) {
tabelMouseClicked(evt);
}
});

jScrollPane1.setViewportView(tabel);

jPanel1.add(jScrollPane1);
jScrollPane1.setBounds(4, 214, 460, 110);

getContentPane().add(jPanel1, java.awt.BorderLayout.CENTER);

jPanel2.setLayout(new java.awt.GridLayout(1, 0));

bSimpan.setBackground(new java.awt.Color(0, 153, 153));
bSimpan.setText(“Simpan”);
bSimpan.addActionListener(new java.awt.event.ActionListener() {
public void actionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
bSimpanActionPerformed(evt);
}
});
bSimpan.addKeyListener(new java.awt.event.KeyAdapter() {
public void keyPressed(java.awt.event.KeyEvent evt) {
bSimpanKeyPressed(evt);
}
});

jPanel2.add(bSimpan);

bHapus.setBackground(new java.awt.Color(0, 153, 153));
bHapus.setText(“Hapus”);
bHapus.addActionListener(new java.awt.event.ActionListener() {
public void actionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
bHapusActionPerformed(evt);
}
});

jPanel2.add(bHapus);

bBatal.setBackground(new java.awt.Color(0, 153, 153));
bBatal.setText(“Batal”);
bBatal.addActionListener(new java.awt.event.ActionListener() {
public void actionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
bBatalActionPerformed(evt);
}
});

jPanel2.add(bBatal);

getContentPane().add(jPanel2, java.awt.BorderLayout.SOUTH);

java.awt.Dimension screenSize = java.awt.Toolkit.getDefaultToolkit().getScreenSize();
setBounds((screenSize.width-473)/2, (screenSize.height-381)/2, 473, 381);
}
//5.c
private void tabelMouseClicked(java.awt.event.MouseEvent evt) {
tKode.setText(tabel.getValueAt(tabel.getSelectedRow(), 0).toString().trim());
tKodeActionPerformed(null);
}
//4.e
private void bHapusActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
try{
sql=”delete from dosen where kode_dsn='”+tKode.getText().trim()+”‘ “;
stmt.executeUpdate(sql);
System.out.println(sql);
}catch(SQLException e){JOptionPane.showMessageDialog(this,”Gagal, “+e);}
updateTabel();
kosongkan();
}
//5.a
private void bSimpanKeyPressed(java.awt.event.KeyEvent evt) {
bSimpanActionPerformed(null);
}
//5.d
private void tTglLahirFocusGained(java.awt.event.FocusEvent evt) {
tTglLahir.selectAll();
}
//5.d
private void tAlamatFocusGained(java.awt.event.FocusEvent evt) {
tAlamat.selectAll();
}
//5.d
private void tNamaFocusGained(java.awt.event.FocusEvent evt) {
tKode.selectAll();
}
//5.d
private void tKodeFocusGained(java.awt.event.FocusEvent evt) {
tKode.selectAll();
}
//4.e
private void bBatalActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
kosongkan();
}
//4.e
private void bSimpanActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
try{
sql=”select count(*) from dosen where kode_dsn='”+tKode.getText().trim()+”‘”;
hasil=stmt.executeQuery(sql);
hasil.next();
if(Integer.parseInt(hasil.getString(1))<1){
sql=”insert into dosen values (‘”+tKode.getText()+”‘,'”+tNama.getText()+”‘,'”+tAlamat.getText()+”‘,'”+setTanggal(tTglLahir.getText())+”‘) “;
stmt.executeUpdate(sql);
System.out.println(sql);
}else{
sql=”update dosen set Nama='”+tNama.getText()+”‘, Alamat='”+tAlamat.getText()+”‘, Tgl_Lahir='”+tTglLahir.getText()+”‘ where kode_dsn='”+tKode.getText().trim()+”‘ “;
stmt.executeUpdate(sql);
System.out.println(sql);
}
}catch(SQLException e){JOptionPane.showMessageDialog(this,”Gagal, “+e);}
kosongkan();
updateTabel();
tKode.requestFocus();
}
//5.e
private void tTglLahirActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
bSimpan.requestFocus();
}
//5.e
private void tAlamatActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
tTglLahir.requestFocus();
}
//5.e
private void tNamaActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
tAlamat.requestFocus();
}
//5.b
private void tKodeActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
try{
sql=”select count(*) from dosen where kode_dsn='”+tKode.getText().trim()+”‘”;
hasil=stmt.executeQuery(sql);
hasil.next();
if(Integer.parseInt(hasil.getObject(1).toString())>=1){
sql=”select Nama,Alamat,tgl_lahir from dosen where kode_dsn='”+tKode.getText().trim()+”‘”;
hasil=stmt.executeQuery(sql);
hasil.next();
tNama.setText(hasil.getString(1));
tAlamat.setText(hasil.getString(2));
tTglLahir.setText(getTanggal(hasil.getDate(3)));
bHapus.setEnabled(true);
}else{
kosongkan();
}
tNama.requestFocus();
}catch(SQLException e){JOptionPane.showMessageDialog(this,”Gagal, “+e);}
}

/** Exit the Application */
private void exitForm(java.awt.event.WindowEvent evt) {
System.exit(0);
}

/**
* @param args the command line arguments
*/
public static void main(String args[]) {
new frmDosen().show();
}
//4.d
private void kosongkan(){
tNama.setText(“”);
tAlamat.setText(“”);
tTglLahir.setText(“”);
bHapus.setEnabled(false);
}
//4.d
public void testDriver(){
try{
Class.forName(dbDrv);
con = DriverManager.getConnection(dbUrl,sqlUser,sqlPass);
stmt=con.createStatement();
}catch(Exception ce){
System.out.println(ce.toString());
}
}
//4.d
private void updateTabel(){
tabel.setModel(model=new DefaultTableModel());
//tabel.setAutoResizeMode(JTable.AUTO_RESIZE_OFF);
try{
sql=”SELECT * FROM dosen”;
ResultSet hasil=stmt.executeQuery(sql);
ResultSetMetaData rsKolom=hasil.getMetaData();
for(int I=1;I<=rsKolom.getColumnCount();I++)
model.addColumn(rsKolom.getColumnName(I).trim());
Vector V=null;
for(int I=0;hasil.next();I++){
V=new Vector();
for(int J=1;J<=hasil.getMetaData().getColumnCount();J++){
V.add(hasil.getObject(J));
}
model.addRow(V);
}
}catch(Exception e){System.err.println(e.getMessage()+”2″);}
}
//4.d
public String getTanggal(java.util.Date d){
return new SimpleDateFormat(“dd/MM/yyyy”).format(d);
}
//4.d
public String setTanggal(String d){
try{
return new SimpleDateFormat(“MM/dd/yyyy”).format(new SimpleDateFormat(“dd/MM/yyyy”).parse(d));
}catch(Exception e){return null;}
}
// Variables declaration – do not modify//GEN-BEGIN:variables
private javax.swing.JButton bBatal;
private javax.swing.JButton bHapus;
private javax.swing.JButton bSimpan;
private javax.swing.JLabel jLabel1;
private javax.swing.JLabel jLabel2;
private javax.swing.JLabel jLabel3;
private javax.swing.JLabel jLabel4;
private javax.swing.JPanel jPanel1;
private javax.swing.JPanel jPanel2;
private javax.swing.JScrollPane jScrollPane1;
private javax.swing.JTextField tAlamat;
private javax.swing.JTextField tKode;
private javax.swing.JTextField tNama;
private javax.swing.JTextField tTglLahir;
private javax.swing.JTable tabel;
// End of variables declaration//GEN-END:variables

//4.c
private String sql,sql2;
private Connection con;
private Statement stmt;
private ResultSet hasil,hasil2;
private String sqlUser=”sa”; //UserName untuk administrator SQL server
private String sqlPass=”sa”; //Password untuk administrator SQL server
private String sqlDb=”dbKuliah”; //Database yang diakses
private String koneksiOdbc=”koneksi”; //Nama koneksi odbc
//2 Pilih tergantung jenis koneksi
private String dbDrv = “sun.jdbc.odbc.JdbcOdbcDriver”;
//private String dbDrv = “com.microsoft.jdbc.sqlserver.SQLServerDriver”;
private String dbUrl = “jdbc:odbc:”+koneksiOdbc;
//private String dbUrl = “jdbc:microsoft:sqlserver://localhost;DatabaseName=”+sqlDb;
private DefaultTableModel model;
}
Selengkapnya…

Menampilkan Tanggal dan Jam pada NetBeans

OutPut:

Coding:

Penjelasan:
Jadi untuk waktu %1$tH adalah angka Jam jumlah 2 digit
%1$tM adalah angka Menit jumlah 2 digit
%1$tS adalah angka Detik jumlah 2 digit
Untuk Tanggal %1$td adalah hari bentuk angka 2 digit
%1$tm adalah bulan bentuk bulan sesuai seting di regional setting
anda di control panel
%1$tY adalah tahun bentuk angka 4 digit Jadi semua ini yang memenentukan sesuai dengan seting computer kita di Regional Setting.

Berikut Penjelasan untuk lebih lanjut:
H adalah jam dengan format 2 digit angka 00-23
I adalah jam dengan format 2 digit angka 01-12
M adalah menit dalam 1 jam format 00-59
S adalah detik dalam 1 menit format 00-60
B adalah nama bulan dalam karakter
m adalah nama bulan dengan format angka 2 digit
d adalah hari dalam 1 bulan 01-31
Y adalah tahun dalam format 4 angka
F adalah format tanggal otomatis yang sudah langsung jadi yaitu “%1$tY-1$%tm-1$%td”
jadinya 2008-12-01,tahun,bulan,tanggal.
T adalah format jam yang otomatis yang sudah jadi yaitu “1$%tH:1$%tM:1$%tS”
12:10:38,jam,menit,detik.

http://ibasbloger.blogspot.com/2008/10/menampilkan-tanggal-dan-jam-di-java.html

Tampilkan database MySQL ke JTable Java dengan NetBean 5.0

Code:

import java.awt.*;
import java.sql.*;
import javax.swing.*;
import javax.swing.table.*;

public class SimpleTable extends JPanel {

private String user = "root";
private String pass = "";
private String url = "jdbc:mysql://localhost/penjualan";
private String[] header = {"Item Code","Description","Item Group"};

private Connection conn;
private Statement stmt;
private ResultSet rs;

private JTable table;
JScrollPane scrollTable;
private Object[][] dataTable = null;

public SimpleTable() {
super(new BorderLayout());

table = new JTable();
scrollTable = new JScrollPane();
scrollTable.setViewportView(table);

try {
Class.forName("com.mysql.jdbc.Driver");
} catch (ClassNotFoundException cnfe) {
System.err.println("Class Driver tidak ditemukan : " + cnfe.getMessage());
}

try {
conn = DriverManager.getConnection(url, user, pass);
stmt = conn.createStatement();

String query = "SELECT * FROM tbarang";
rs = stmt.executeQuery(query);
ResultSetMetaData meta = rs.getMetaData();
int col = meta.getColumnCount();
int baris = 0;
while(rs.next()) {
baris = rs.getRow();
}

dataTable = new Object[baris][col];
int x = 0;
rs.beforeFirst();
while(rs.next()) {
dataTable[x][0] = rs.getString("itemcode");
dataTable[x][1] = rs.getString("description");
dataTable[x][2] = rs.getString("itemgroup");
x++;
}
table.setModel(new DefaultTableModel(dataTable, header));

add(scrollTable, BorderLayout.NORTH);

stmt.close();
rs.close();
conn.close();

} catch (SQLException se) {
System.err.println("Kesalahan perintah SQL : " + se.getMessage());
}
}

private static void tampilkanGUI() {
JFrame frame = new JFrame("Contoh Data dari Database");
frame.setDefaultCloseOperation(JFrame.EXIT_ON_CLOSE);

SimpleTable content = new SimpleTable();
content.setOpaque(true);
frame.setContentPane(content);

frame.pack();
frame.setLocationRelativeTo(null);
frame.setVisible(true);
}

public static void main(String args[]) {
javax.swing.SwingUtilities.invokeLater(new Runnable() {
public void run() {
tampilkanGUI();
}
});
}

http://www.goldenstudios.or.id/forum/showthread.php?tid=1734

Mengisi data dari JTable ke JTextField

di dalam JTable itu ada method2 berikut ini yg bisa dipakai sesuai dgn kasusnya:

Code:
int     getSelectedColumn()
Returns the index of the first selected column, -1 if no column is selected.

int     getSelectedRow()
Returns the index of the first selected row, -1 if no row is selected.

Object     getValueAt(int row, int column)
Returns the cell value at row and column.

jadi kesimpulan tuk ambil sebuah data dalam kolom dan row tertentu bisa spt ini:
Code:
String data = jTable.getValueAt(jTable.getSelectedRow(), jTable.getSelectedColumn());
atau:
private void jTable1MouseClicked(java.awt.event.MouseEvent evt) {
try {
String datax =String.valueOf(jTable1.getValueAt(jTable1.getSelectedRow(), jTable1.getSelectedColumn()));
jTextField1.setText(datax);
}
catch (Exception e){}
}
http://www.goldenstudios.or.id/forum/showthread.php?tid=1808

Mengakses Database Ms Access dengan Java

package org.mojo.blog.Java_depth.aboutMsOffice;

import Java.sql.*;

/**
* Created by IntelliJ IDEA.<br>
* User: Mojo<br>
* Date: 08 Feb 09<br>
* Time: 22:30:08<p>
*/
public class MsAccessJava {
private static String driverName = “sun.jdbc.odbc.JdbcOdbcDriver”;
private static String url = “jdbc:odbc:JavaMsAccess”;
public static void main(String[] args) {
String sql =”SELECT * from tblCustomer”;
try {
Class.forName(driverName);
Connection conn = DriverManager.getConnection(url);
System.out.println(“Connection Established..”);
Statement stmt = conn.createStatement();
ResultSet rs = stmt.executeQuery(sql);
while (rs.next()){
System.out.println(“+————- Detail Customer ———————-+”);
System.out.println(“Customer ID : “+ rs.getInt(1));
System.out.println(“Customer Name : “+ rs.getString(2));
System.out.println(“Customer Address : “+ rs.getString(3));
System.out.println(“Customer Phone : “+ rs.getString(4));
System.out.println(“+—————————————————-+”);
System.out.println(“n”);
}
} catch (SQLException e) {
e.printStackTrace();
} catch (ClassNotFoundException e) {
e.printStackTrace();
}
}
}

http://josescalia.blogspot.com/2009/02/mengakses-database-ms-access-dengan.html